Potret Keindahan Bumi

Waigete-Wairterang
Larantuka
Larantuka
Sea World Club
Tanjung Pantura Maumere
Waility Maumere
Pantai Waturia
Pantai Waturia
Pantai Koka
Pantai Indah Panga Batang Maumere
Barat Pelabuhan L, Say Kota Maumere

 Palue
Palue





















































Share:

Foto-Foto Persahabatan Voli Milanisti vs MISBAR









Bersambung......



Share:

Foto Konser "Epan Gawan" Azizah KDI di Maumere
























Bersambung....
Share:

Malam Nanti Ada Konser "Epan Gawan" Azizah KDI di Maumere

SUARA MATAHARI-Bagi Pecinta Musik di Flobamora khusus di Kota Maumere, malam nanti, Kamis/17/09/2015 akan berlangsung konser musik dangdut di Lapangan Gelora Samador.

Konser bertemakan “Epan Gawan” ini mendatangkan artis nasional asal Kota Maumere Kabupaten Sikka Flores, Azizah KDI. Konser ini sedianya diselenggarakan pihak sekolah Azizah KDI, SMK Yohanes XXIII Maumere yang didukung segenap pemerhati dan para peduli musik di Kabupaten Sikka.

Bagi masyarakat pecinta musik silakan mendatangi Lapangan Gelora Samador pada pukul 16:00 wita sampai selesai. Panitia penyelenggara tidak memungut biaya  sepersen pun dalam acara konser akbar ini. Datang dan saksikanlah! (Admin). 








Share:

Azizah KDI di Ruang Musik SMK Yohanes XXIII

SUARA MATAHARI-Sebelum menghadiri konser "Epan Gawan" di Gelora Samador Kota Maumere, Kamis/17/09/2015, Azizah KDI menemani sahabatnya yang sedang latihan backing vokal. Latihan backing vokal dipimpin langsung guru vokal Azizah,  berlangsung di ruang musik SMK Yohanes XXIII Maumere. 
Share:

Wens, Sang Pejuang Tani Ende Telah Pergi

SUARA MATAHARI-Gerakan kaum tani di Kabupaten Ende Flores sedang berduka. Wenseslaus Sen, seorang pejuang muda yang setia berada bersama kaum tani Ende dipanggil YMK, 13/09/2015. Kader Partai Rakyat Demokratik (PRD) Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur itu, kini tak bersuara lagi.

Bung Wens, demikian sapaan akrabnya, mulai terjun dalam perjuangan rakyat pada tahun 2006. Saat itu dia mengorganisir pemuda di desanya, Nduaria, Kecamatan Kelimutu, ke dalam sebuah organisasi bernama Forum Pemuda Nduaria untuk Demokrasi.
Di tahun yang sama, Bung Wens membantu pengorganisasian dan perjuangan rakyat Desa Kuru, Kecamatan Kelimutu. Dia menolak tanahnya dirampas untuk pembangunan markas Komando Resort Militer (KOREM).

Semangat juang bersama kaum tertindas mengantarnya untuk terlibat dalam pembangunan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) di Ende pada tahun 2007.

Tahun-tahun berikutnya, Wens juga memprakarsai pembentuk Komite Tani Ende. Organisasi ini menjadi wadah perjuangan petani Ende untuk membela dan memperjuangkan hak-haknya. Tahun 2012, Bung Wens turut menginisiasi pembentukan Aliansi Pedagang Ikan (API) Ende.

Pada tahun ini juga ia ditunjuk sebagai Ketua Komite Pimpinan Kota (KPK) PRD Ende. Dalam setahun terakhir, Bung Wens menderita sakit. Dokter menyebut penyakitnya adalah Kanker Kelenjar Getah Bening. Selamat jalan pejuang, Selamat berjuang bersama kaum tani di sana, Bung. Semangat dan cita-citamu tentu hadir di tengah garis perjuangan bagi yang mereka yang telah bersamamu. (PRD/Admin).
Share:

Di Sini Kemerdekaan Direnggut Tuhan


SUARA MATAHARI, Di sini, di bumi ini, dibawah kibaran merah putih, dibawah panji proklamasi, kita hadir. Hadir dalam fisik dan hadir dalam suara, suara yang merdeka. Entah pahlawan, entah rakyat biasa, semua kita sama memiliki kebebasan. Bebas menjejaki bumi, meraih cita-cita lalu hilang dari ke ramaian.

Hidup dan bersuara secara merdeka adalah bagian dari perjuangan. Hidup adalah perjuangan. Tak berjuang berarti bersiap-siap mati dan kemedekaanmu selesai. Berhenti bergerak, berhenti bersuara, kemerdekaanmu telah direnggut Tuhan.

Di sini, engkau dikuburkan. Tidur dipeluk bumi, berdinding tanah, beratap tanah. Diterangi lilin, diiringi nyanyian mati oleh mereka yang hidup. Mati, lenyap, hancur, diam dan pergi dari keramaian hidup. Mati artinya berpisah, meninggalkan yang hidup menuju alam baru.  

Ciptaan Tuhan yang istimewah itu adalah manusia, karenanya dia diberi tempat yang layak dalam hidup walau tidur di kolong jembatan. Manusia itu yang memiliki akal budi, karenanya dia menjadi utama dalam hidup dan mati. Mati pun dia dikuburkan dengan kuburan yang mewah walau ada yang hanya kuburan tanah.

Dalam hidupnya, manusia itu bebas, bebas hidup dalam langkah perjuangan tapi terpimpin dalam aturan. Bertolak dari semua itu maka manusia mampu berada pada tingkat cita-cita, walau hingga mati belum mencapai cita-citanya. "Di Sini Kemerdekaanku Direnggut Tuhan" **Editing** (Admin). 
Share:

Leluhur Mengajarkan, Kita Meneruskan


SUARA MATAHARI, Bagi anda warga masyarakat Kabupaten Sikka Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) tentu tahu istilah yang satu ini. “Wa’in Nulu, Ga Nulu” merupakan istilah yang melekat bagi keluarga di Kabupaten Sikka. Istilah ini hanya berlaku bagi orang-orang yang lahir kaki terlebih dahulu atau tidak berlaku bagi yang lahir kepala duluan.

Mereka harus dihargai atau diberi makan terlebi dahulu dalam setiap moment pesta atau acara adat serta acara keluarga lainnya. Boleh dibilang mereka ini “seakan raja” karena harus diberi makan terlebih dahulu sebelum semua orang yang ada di tempat acara/pesta diberi makan. 

Kebiasaan ini diyakini orang Maumere. Segala jenis makanan yang disiapkan akan cepat habis ("tanpa dimakan") jika mereka tidak diberi makan duluan. Seperti perempuan cilik asal salah satu desa di Kabupaten Sikka ini. 

Cintya adalah gadis SD yang menjadi bagian dari istilah “Wa’in Nulu, Ga Nulu” ini. Dalam kesempatan acara di salah satu keluarga, Cintya disiapkan makanan terlebih dahulu dan secara khusus. Apa pun jenis makanan atau daging harus dimakan Cintya terlebih dahulu.

Cintya pernah membuat pusing penyelenggara pesta. Saat itu Cintya sedang bermain di luar rumah. Tepat pukul 12:30 wita orang-orang hendak makan siang bersama, namun Cintya belum pulang rumah. Semua mencarinya, menunggu hingga Cintya pulang agar semua dapat makan bersama. 

Budaya ini merupakan peninggalan leluhur yang diteruskan oleh keturunannya terkhusus beberapa daerah di Kabupaten Sikka Flores. Pengalaman warga telah dilalui dan bagi yang lalai pasti akan terjadi. Makanan yang disiapkan begitu banyak akan habis sekejap dan penyelenggara pesta kewalahan dan harus membeli di warung atau memroses masakan ulang dan undangan harus menunggu. (Editing) ***Admin***
Share:

Balutan Pakaian Adat Sikka

Momentum Penerimaan Mendagri, Tjahjo Kumolo, 05/09/2015

Share:

Ruang Tunggu Bandara Frans Seda Maumere


Share:

Bandara Frans Seda Kabupaten Sikka, NTT, Jumad/04/09/2015






Share:

Putra-Putri MISBAR Raih Juara III dan IV

Tim MISBAR (berdiri) saat pose bersama diawal pertandingan
SUARA MATAHARI, Pertandingan Voli ditingkat RW sekelurahan Madawat Kecamatan Alok Kota Maumere Kabupaten Sikka berakhir, Rabu/02/09/2015. Tim Voli Putra dari RW 12 Lingkungan Aloysius  Misir Barat (MISBAR) meraih juara III.  Sedangkan Tim Voli Putri hanya mampu raih juara IV.  

Pertandingan yang dilaksanakan memperingati HUT RI 70 ini diikuti 7 Rukun Warga (RW). Laga voli ini melibatkan 14 regu dengan utusan 2 regu
Share:

Galeri Foto


 Air Di Balik Akar Pohon

Pohon Penghasil Air


Kumpulan Jurnalis Sikka, Golden Fish
Share:

Azizah KDI Hibur Penggemar Melalui Carnaval

SUARA MATAHARI-Adalah Azizah Maumere, peraih juara II pada KDI 2015 hadir dan menghibur para penggemar di Kota Maumere Kabupaten Sikka NTT. Azizah bertindak sebagai mayoret mewakili sekolahnya SMK Yohanes XXII, pada acara carnaval memperingati HUT RI 70, Selasa/19/08/2015.

Azizah datang di kampung halamannya merupakan permintaan pihak sekolah SMK Yohanes XXIII dengan tujuan mengangkat nama sekolah dan menghibur para penggemar di Kabupaten Sikka.
Share:

Pages

Generasi Muda

Generasi Muda

Bunda Segala Bangsa Nilo. Salah satu lokasi shooting film tiga dara

Bunda Segala Bangsa Nilo. Salah satu lokasi shooting film tiga dara

KRISTUS RAJA

KRISTUS RAJA