Kalau Hendak "Rekreasi" Jangan Ke Gereja

SUARA MATAHARI- Sahabat pembaca blog Suara Matahari, tulisan terbaru ini tentang kesadaran umat akan penguatan iman. Umat diminta tertib ketika menghadiri misa di Gereja setiap hari minggu. Jika hendak bersenang-senang atau rekreasi dengan keluarga mestinya umat pergi ke pantai bukan ke gereja.

Suara itu boleh dikatakan cukup tegas, terdengar di depan Altar Paroki Spiritu Santo Misir, Minggu/14/02/2016. Pada Misa ke-2 Minggu Pra Paskah bagi umat Katolik itu, Pastor Paroki, Rm, Rudy Parera berbicara panjang dan tegas diakhir misa. Lebih ditekankan tentang ketertiban umat ketika mengikuti misa.

Pernyataan tegas muncul ketika dicermati banyaknya umat yang tidak serius mengikuti misa. Umat hanya berdiri di luar Gereja dengan alasan ada anak kecil, anak menangis, datang terlambat. Tak dilarang dengan alasan-alasan itu tetapi paling penting adalah keseriusan umat, kosentrasi umat saat misa.

Banyak umat dilihat bermain handpone, isap rokok, mondar-mandir bersama anak-anaknya saat misa sehingga gereja seakan tempat rekreasi seperti di pantai. Anak harus dibimbing, dididik menjadi anggota gereja yang baik. Anak harus dididik sejak kecil sehingga dapat membedakan di mana ia berada. Orang tua harus lebih tertib dalam mengajarkan anak-anaknya. Tidak benar kalau mengajak anak-anaknya ke luar gereja lalu bermain mondar-mandir, kutak katik hp, isap rokok dan lain-lain.

“Kalau mau berdiri di luar gereja saja lebih tidak usah datang ke gereja. Tinggal saja di rumah atau ke tempat hiburan atau pantai saja. Jangan ke gereja lalu tidak kosentrasi saat misa dan mengganggu orang lain. Bagi saya itu tidaklah tepat, tidaklah benar bagi seorang umat yang hidup dalam iman Katolik. Dan hal itu saya mencermati saat misa ke-2 di setiap minggu” tegasnya.

Diharapkannya, umat harus mulai sadar. Umat harus serius mengikuti misa. Membina Iman Katolik harus kosentrasi saat misa. Tidak boleh main gila saat misa berlangsung. Gereja merupakan tempat berdoa, rumah Allah. Karenanya hadir dan berdoa di gereja membutuhkan keheningan, ketenangan hati bukan mondar-mandir ke sana kemari seperti berada di lapangan bola kaki.


Memasuki masa puasa ini, saatnya kita merefleksi diri. Memperbaiki diri dari kesalahan dan kelalaian yang sudah terjadi. Mari kita bangkit memperbaiki dosa dan kesalahan kita. Mari kita jauhkan diri dari kesalahan yang tak boleh kita lakukan secara sadar. Selamat berpuasa dan semoga hari minggu akan datang tidak ada lagi umat yang bermain-main di gereja. (Admin).
Share:

Ovin, Bayi Malang Itu Telah Meninggal Dunia



SUARA MATAHARI- Prifandy Ovin, bayi malang yang berumur 1 tahun 3 bulan telah mengakhiri hidupnya. Dia dipanggil Yang Maha Kuasa pada Kamis/21/01/2016 pagi di  Rumah Sakit T.C Hillers Maumere Kabupaten Sikka. Nafasnya putus dengan berat badan 5,4 kg. Ketika itu demam tinggi kembali dan sakit diare menyerangnya.

Ovin, anak pertama dari pasangan Alfridus Nirang dan Yuventa Almida menderita sakit demam selama kurang lebih 1 tahun. Perjuangan orang tua selama itu sia-sia saja. Kini dia tak lagi dibawa ke mana-mana oleh orang tua untuk penyembuhan penyakitnya. Ovin tidak lagi ke Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, para dokter dan para dukun. Dia tidur untuk selamanya. Dia tak bangun lagi untuk meminta susu formula yang dibeli ayahnya dari hasil ojek.

Kepergian Ovin seakan pasra pada Tuhan. Seakan dia tak mau membuat orang tua atau orang yang merawatnya terus keluh. Dia ingin tenang bersama Tuhan. Dia tak membuat yang hidup terus “sibuk” karena penyakit yang setia menemaninya sampai liang lahat.

Sakit yang diderita Ovin selama kurang lebih 1 tahun itu seakan “misterius”. Dokter menyebut dia menderita infeksi paru-paru tapi sudah disembuhkan. Namun sakit panas tinggi yang menyelimut tubuhnya seakan menjadi “teman akrab”. Sakit itu selalu setia hadir dalam hidupnya. Sedih dan kasihan bagi orang yang pernah melihat dan menjenguknya atau bercerita dengannya.

Pada Natal Desember 2015, media ini mendatangi kediamannya. Orang tua menerangkan bahwa sakit yang diderita Ovin sudah kembali pulih.

“Ovin sudah rajin minum susu. Sudah lebih kuat dari sebelumnya. Berat badannya sudah naik” kata ibu kandung yang sedang memangku Ovin.

Kini Ovin terbaring lelap. Tak lagi menangis. Tak lagi Memanggil ayah dan ibunya. Dia sedang disemayamkan di rumah keluarga, Lingkungan Misir Barat, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok Kota Maumere. Dan kini menunggu jadwal pemakaman yang ditentukan keluarga.

Sebelumnya pada Oktober 2015, media ini memberitakan bahwa seorang bayi malang sedang mengalami penderitaan panjang. Usianya sudah 1 tahun pada 7 Oktober 201 namun berat badannya hanya 5,6 kg. Sejak lahir ia tak mendapat asupan gizi melalui ASI. Dia hanya dibantu susu formula merek lactogen.


Ada puluhan dokter telah didatangi orang tuanya untuk penyembuhan penyakitnya. Di Posyandu, di Puskesmas, Lab, tempat praktek para dokter dan juga rumah sakit. Semua telah dilalui orang tua dari kota ke desa namun penyakit tak kunjung sembuh. Suhu tubuh yang panas tinggi selalu menggerogotinya. Tubuhnya lemas tak berdaya. (Admin/MK).
Share:

10 Dukun Bantu Penyembuhan Ovyn


SUARA MATAHARI- Setelah keluar rumah sakit, Ovyn jatuh sakit lagi. Dukun menjadi jalan penyembuhan yang dipilih orang tua. Kurang lebih 10 dukun membantu namun keadaan putra pertama keluarga ini belum dikehendaki Tuhan. Penderitaan Ovyn seaka “misteri” karena semua jalan telah dilalui orang tua namun hingga saat ini belum sembuh dari sakit, belum normal berat badannya.  

Saat ini dia sedang ditangani oleh salah seorang dukun di wilayah Timur Kabupaten Sikka. Perawatan sang dukun ini hanya memberi lulur ala tradisional pada tubuh anak ini.  Menurut orang tua ada perubahan BB yaitu 5,1 kg pada umur 10 bulan dan 5,6 saat genap 1 tahun, 7 oktober 2015. Hingga 29/10/2015, kondisi Ovyn lagi-lagi mengalami demam lagi. Apalah daya orang tua Ovyn kehabisan cara.  

Perjuangan demi perjuangan telah dilalui. Doa dan permohonan sudah banyak dilakukan orang tua namun saat umur 1 tahun dia kekurangan BB 4 KG atau mesti 7,3-12 kg. Kita semua yang membaca cerita keluarga ini tentu terketuk hati untuk membantu. Baik dalam doa maupun secara materi atau cara-cara lain yang membantu kesembuhan anak ini.

Sedikit informasi, ke-2 orang tua Ovyn menjalin kehidupan rumah tangga kurang lebih sejak 3 tahun lalu. Afridus Nirang (35) warga Kelurahan Madawat Kota Maumere adalah seorang tukang ojek, dan Yuventa Almida (38) warga Desa Nirangkliung-Kecamatan Nita sebagai Ibu Rumah Tangga.

Untuk kebutuhan makan minum keluarga Alfrdius menyandarkan harapan pada motornya yang baru selesai kredit. Mengojek menjadi penghasilan tetapnya setiap hari. Begitu pun untuk kebutuhan makan minum sang anak. Saat anak mereka sakit, sang ayah mengaku pernah menggadaikan BKKB motor senilai 3 juta di FIF Motor dengan jangka waktu pengembalian 1 tahun/4 ratus/bulan.


Kepada media ini, bersama istri mereka mengharapkan doa dan campur tangan sesama agar penderitaan panjang sang anak dapat diatasi. Mereka juga bekerja dan berdoa agar Yang Maha Kuasa memberi kesembuhan bagi anak mereka.  Semoga kita semua dapat dibuka perhatian oleh Tuhan untuk membantu baik dalam doa atau dengan cara-cara lainnya. (Admin/MK)
Share:

Kisah Ovyn, Bayi 1 Tahun Dengan BB 5,6 KG

SUARA MATAHARI-Selamat siang Sahabat pembaca blog Suara Matahari. Kali ini Admin posting sebuah cerita fakta yang dialami seorang bayi. Cerita ini sudah dipublikasikan beberapa bulan lalu oleh beberapa media di NTT. Mengenang kisah sedih hidup sang bayi ini, admin hendak menyimpan dalam blog pribadi. Kiranya selalu kita doakan kehidupannya. Berikut kondisi sang Bayi bernama Ovyn. 

Kondisi ini  dialami bayi laki-laki di Kota Maumere Kabupaten Sikka. Sebut saja Pirfandy Ovyn, anak pertama dari Afridus Nirang (35) dan Istri Yuventa Almida (38), yang hidup di Kelurahan Madawat Kota Maumere. Sejak lahir ia tak mendapat asupan gizi melalui Air Susu Ibu (ASI). Dia hanya dibantu susu formula merek Lagtogen sesuai saran petugas kesehatan.

Mengkonsumsi susu formula merek lagtogen selama dua bulan rupanya tak mendukung pertumbuhannya. Sang bayi mengalami susah buang air besar sehingga orang tua menggantinya dengan susu formula merek SGM. Hingga berulang tahun pertama pada 07 Oktober 2015 lalu berat badannya baru mencapai 5,6 kg.

Ayah Ovyn berprofesi sebagai seorang tukang ojek. Penghasilan pas-pas saja. Dia membangun keluarga dengan  Yuventa Almida, seorang ibu rumah tangga beberapa tahun lalu. Mereka ber-3 tinggal di gubuk sederhana dengan ekonomi serba sederhana. Begitu pun kondisi kesehatan mereka terlihat “serba murah” dan masih jauh dari kesehatan yang normal.

Ovyn, anak pertama keluarga kecil sederhana ini lahir normal dibantu seorang bidan di Polindes Kabor Kelurahan Kabor Kota Maumere dengan berat badan (BB) 2,6 kg. Kesehatan sejak lahir hingga berumur 1 bulan tergolong baik. Bulan pertama diberi imunisasi di polindes Kelurahan Madawat. Pada bulan pertama ini ia tak ke posyandu untuk timbang badan karena sang ibu mengalami sakit pada mata dan tangan (bengkak besar).

Penderitaan keluarga kecil ini nampak semakin berat ketika buah kasih mereka pun mengalami bengkak di kepala sejenis bisul besar. Bisul-bisul kecil lainnya harus menyerang seluruh badan Ovyn. Syukur penderitaan ini, dapat disembuhkan orang tua secara tradisional yaitu menggunakan nana damar dan dibantu dengan obat medis yang diperoleh di apotik. Ovyn bersama sang ibu akhirnya sembuh dari sakit ini.  

Pada bulan Desember 2014 (umur 2 bulan) BBnya naik ke 3,7. Masuk bulan ke-3 BB nya naik menjadi 4,3 kg. Berat badan yang tergolong sehat bagi seorang bayi.

Beberapa waktu berselang, pasca sembuh dari sakit bisul, suhu tubuh Ovyn mengalami panas atau demam. Orang tua langsung mendatangi tempat prakterk dr.  Mario untuk berobat. Bermodalkan hasil ojekan, mereka mampu membayar biaya perawatan dan obat sebesar Rp 280 ribu rupiah ke Dokter Mario. Sayang, tak ada perubahaan sakitnya. Mereka kemudian mengantarnya ke Puskesmas Kopeta Perumnas, ke Dokter Margono, Bidan Nona dan Bidan Siska. Lagi-lagi, sakit demam yang diderita Ovyn tak kunjung sembuh.

Petugas menyarakankan agar sang bayi ini dirawat di rumah sakit. Orang tua kemudian kembali mendatangi Puskesmas terdekat lalu rujuk ke rumah sakit T.C. Hillers Maumere. Saat itu, Ovyn berumur 7 bulan dengan BB baru 4,5 kg. Perjuangan ekstra keras dari orang tua selama 3 bulan untuk menjauhkan penderitaan tersebut belum berhasil.

Ovyn kemudian dirawat di ruang Melati rumah sakit selama 39 hari. Bantuan pihak rumah sakit rupanya tak menyembuhkan secara total karena hingga keluar rumah sakit pada umur 8 bulan, BB sang bayi hanya naik 2 ons yaitu 4,7 kg. Iya, dia hanya sembuh dari demam dan sakit paru-paru yang dideritanya menurut pihak dokter.


Sejak itu, orang tua tak lagi membawahnya ke para dokter atau para bidan yang pernah didatangi. Kalau sakit, mereka hanya membeli obat di apotik terdekat di Kota Maumere atau bantuan non medis lainnya. Alasannya karena mereka tak mampu membayar semua biaya dan Ovyn bukan peserta BPJS. (Admin/MK). 
Share:

Mencari Rezeki Dibalik ETMC 2015



SUARA MATAHARI-Apa kabar sahabat pembaca. Kiranya semuanya sehat-sehat karena Tuhan selalu bersama kita.

Sahabat,El Tari Memorial Cup (ETMC) 2015 masih cukup hangat di hati kita. Ajang bergengsi sepakbola Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menyedot perhatian para pecinta bola kaki di bumi NTT khususnya Flores. Kegiatan akbar ini tidak hanya disaksikan oleh para penggemar bola kaki tetapi warga yang haus hiburan pun meluncur ke lokasi.

Nampak dalam foto yang sengaja dipotret admin. Hanya satu foto saja yang diambil karena lalu lalang manusia penonton yang menghalaunya. Di sela-sela seriusnya para penonton perempuan yang 85 porsen berambut uban mengelilingi lapangan Gelora Samador. Berbadan bungkuk dia mencari botol-botol atau gelas minuman mineral yang sengaja dibuang para penonton. Dia membawa serta karung atau tempat mengumpulkan botol kemasan air mineral. Entah untuk apa, dia juga memikul kardus. Iya, tentu ada manfaat baginya.

Dalam kesibukan meliput pertandingan seru saat itu, admin mencoba untuk berkomunikasi dengannya. Sayang, perempuan ini tak meresponnya. Dia serius mengumpulkan botol-botol tersebut dan menyimpannya dalam karung.

Di daeraku, Kota Maumere Kabupaten Sikka sudah banyak kebiasaan orang mengumpulkan botol/kemasan air mineral ini. Bukan hanya orang-orang tua tetapi orang-orang muda pun terlibat. Semua dikumpulkan lalu dijual ke para pembeli. Dengan harga yang cukup, mereka dapat membeli beras dan kebutuhan makan minum lainnya.

Perempuan tua ini, kategori manusia yang jelih. Dia memanfaatkan momentum olahraga di daerahnya untuk mendapatkan rezeki. Dia tidak malu dengan temannya, tetangganya, sahabat-sahabat dekatnya. Dia tahu banyak rezeki dari moment sepakbola terakbar se-Nusa Tenggara Timur itu. 

Dia sadar, apa yang ia lakukan sangat halal di hadapan Tuhan. Entah mengerti atau tidak, perempuan tua ini lebih memilih berjuang daripada menyandarkan hidupnya kepada orang lain. Mungkin saja dia tak mau bahwa sesungguhnya kondisi kehidupannya menjadi beban bagi yang lain.

Ada pertanyaan, mengapa Anda tidak menjejaki perempuan ini? Mengapa Anda lebih memilih jadi koruptor, pemeras, penjilat? Iya, tentu tidak harus jadi pemulung seperti mama ini. Ada hal lain yang membuat Anda nyaman dan aman dalam bekerja dan memanfaatkanya hasil perjuangannya. Semoga saja kita tak menjadi orang komplit atau hidup serba lengkap dan gampang. Semoga perempuan ini diberkati YMK, Bapa, Putera dan Roh Kudus. (Admin)
Share:

KORPS Iklas Memberi Dari Kekurangan

SUARA MATAHARI-Sahabat pembaca. Salam jumpa untuk semuanya. Sore ini, Admin share cerita fakta di Bumi Sikka. Menarik bagi Admin karena cerita ini dimulai dari dunia maya oleh sekelompok peduli sesama, peduli pembangunan. Mereka menamai diri Komunitas Rakyat Peduli Sikka yang disingkat KORPS. 

Mereka memberi dari kekurangan untuk yang berkekurangan. Fakta itu gampang diucapkan semua orang tapi belum tentu dilakukan oleh semua orang. Nampak dalam kehidupan kita sehari-sehari. Namun berbeda dengan sekelompok insan Tuhan ini. Mereka memberi dari kekurangan untuk banyak orang atau komunitas yang berkekurangan.

Belum lama ini, 14 Desember 2015, KORPS menyerahkan bantun berupa 1 set soudsistem untuk Gereja St. Yosef Maget Legar Desa Wolomotong Kecamatan Doreng.Kehadiran kaum muda penuh semangat dan kaya kreatif tersebut mendapat pujian dari umat setempat. Pujian datang sili berganti dan mereka bersyukur. Mensyukuri semua yang diberikan Tuhan untuk membantu sesama yang berkekurangan.


Terhadap fakta tersebut, Ketua Panitia Pembangunan Gereja St. Yosef Maget Legar, Grasianus Geor menyampaikan syukur dan terima kasih atas kepedulian para peduli sosial. 

“Atas nama umat dan pengurus dewan gereja saya menyampaikan terima kasih berlimpah atas kepedulian dan uluran tangan teman-teman KORPS terhadap kekurangan di gereja kami. Saya salut karena KORPS yang asal muasalnya dari dunia maya. Mereka tidak hanya eksis di dunia maya tapi juga eksis di dunia nyata. Dengan kreatifitas yang tinggi untuk terlibat membantu sesama yang membutuhkan . Ini tak mudah dilakukan di jaman ini. Semoga teladan ini diikuti oleh anak-anak muda yang lainnya” tutur Agi.

Tidak hanya di Wolomotong, pada Minggu/27/12/2015, KORPS hadir di tengah-tengah umat stasi St. Yohanes Diller Desa Koting C Kecamatan Koting. Di sana KORPS membantu 50 buah kursi plastik.


Penyerahan bantuan ini dilakukan usai Misa Keluarga Kudus. Misa tersebut dipimpin oleh Pater Vincent Widi, Mgl. Pater Vincent menyampaikan rasa bangga atas kehadiran forum. Dia kaget ketika mengetahui semua keuangan untuk belanja kursi merupakan swadaya anggota KORPS melalui rantangan berjalan berupa RW.

Thedy Woga sebagai salah satu anggota dipercayakan membawakan sambutan. Dia membenarkan bahwa cerita terbentuknya KORPS bermula dari facebook (dunia maya). Mulanya iseng-iseng akhirnya dapat memberikan bantuan termasuk kepada umat di Koting C.

“Kita harus banyak berdoa agar selalu sehat. Semoga Tuhan selalu menjaga kita dalam seluruh kegiatan dan aktifitas sehari-sehari. Mari kita saling berbagi, saling memberi dari kekurangan. Kami memberi untuk umat Stasi St. Yohanes bukan berarti kami memiliki kelebihan tetapi kepedulian kami. Kami memberi dari kekurangan untuk yang berkekurangan “ ucapnya dengan raut wajah nampak bersedih.


Disaksikan media ini, gereja St. Yohanes memang masih berkekurangan sejak dibangun kurang lebih 4 tahun yang lalu. Saat misa, umat duduk melantai menggunakan kayu papan dari pohon kemiri. Umat stasi ini pun harus membawa serta kursi dari rumah saat misa agar bisa duduk.


Pastor Paroki Koting, Rm. Vinsensius Ferrer Mere, memberi apresiasi dan mensyukuri atas kepedulian KORPS. Langkah ini harus dikembangkan dengan tujuan memotivasi siapapun untuk berubah dan maju, bersolider dan peduli dengan orang lain. (Admin)
Share:

Penumpang Marah Pramugari, Pilot Balas Dendam

(Cerita Terbang)
SUARA MATAHARI-Para penumpang di sebuah pesawat di Indonesia marah kepada pramugari. Ketika itu semua penumpang sudah berada di atas pesawat. Saat itu pesawat siap lepas landas artinya semua sudah beres dan siap berangkat.

Baling-baling pesawat sudah dinyalakan. Iya siap berangkat tapi tiba-tiba baling-baling mati bukan dimatikan. Sepertinya ada yang tidak beres karena tangga pesawat dirapatkan ke pintu pesawat.

Pesawat itu kenapa bro, tanya orang yang berdiri di dekatku. Saya tidak tahu, katanya.
Seorang penumpang "membisik" kepadaku menggunakan hp. Bung, pesawat ini sudah molor 35 menit dari jadwal yang ditentukan. Kami semua sudah ada dalam pesawat tapi pesawat belum jalan juga. Entah kenapa, kami tak tahu, kruh pesawat tak mengabarkan kepada penumpang.

"Ohhh gitu to, ya udah pak ngamuk saja ke pramugrasi itu. Nanti pesawatnya jalan juga. Kalau tidak ke Pilotnya saja, marah-marah begitu" kataku via tlpn.

Si penumpang panggil pramugrari. Hei Pramugari, pesawat ini jalan tidak? Kalau tidak jalan ya beritahu kami supaya kami turun ganti pesawat. Jangan buat kami sengsara begini. Tolong buka pintu saya mau turun, kalau tidak saya buka pintu darurat ini" marahnya.

"Ei pak jangan begitu. Sabar, sebentar lagi pesawatnya jalan. Pak diam-diam jangan marah-marah. Penumpang lain diam-diam kok bapak ribut-rubut gitu" katanya tak merasa bersalah.

Mendengar pernyataan pramugari semua penumpang sontak marah. " Kau bilang apa tadi? Coba kau ulang pertanyataan tadi. Kau tidak tahu kah kalau kami semua ini lagi marah. Pesawat ini dari tadi belum jalan kau bilang kami tidak marah. Kau panggil itu pilot, jangan sembunyi di dalam eee" kata para penumpang. Dan pramugari diam.
Lima menit kemudian pesawat lepas landas.

"Oh jadi begini kah. Pilot dan pramugari di pesawat ini harus di ngamuk dulu baru jalankan pesawat ko" kata si Bapak dengan suara besar. Pramugari diam, penumpang senyum-senyum.

Ketika hendak mendarat, sepertinya pilot ingin balas dendam. Dia menggoyang-goyangkan pesawat membuat para penumpang ketakutan. Badan pesawat seakan jatuh dari langit ke landasan pacu. Penumpang histeris, pramugari tertawa diam-diam, senyum pun takut di marahi penumpang.

"Oh, jadi kau balas dendam ko pilot. Kau pikir kau punya pesawat kah. Tunggu saya lapor kau di atasanmu nanti" kata si bapak disambung tertawa lepas para penumpang lainnya. (Admin).
Top of Form

Share:

Usai Konser Rohani di Spiritu Santo Misir Mereka Berpose

SUARA MATAHARI-Sahabat semua. Kemarin Natal 2015 25 Desember. Hari ini Natal ke II 26 Desember 2015. Libur dulu bersama keluarga. Iya, jangan suka mabuk berlebihan terus lupa kalau sudah mabuk. Makna Natalnya nanti hilang dibawa kabur alkohol. Ok?

Sahabat pembaca blog ini, ini foto-foto umat dari Lingkungan Aloysius Misir Barat (L.AMB). Mereka berpose setelah dipercayakan tanggung koor pada misa ke II hari Natal. 

Mewakili umat Lingkungan Aloysius Misir Barat, Admin mau beritahu kalau hari ini Natal ke II. Iya hari ini Natal ke II. Syukur kalau Natal ke II ini ke gereja juga, kalau tidak ya di rumah saja atau kunjung keluarga atau ke rumah sakit. Siapa tahu ada keluarga yang sakit sana. Doakan saja semua orang yang sakit, berbaring lemas bisa sehat dan berbahagia bersama kita semua. 

Ya sudah. Natal ke- II. Selamat ya…






































Share:

Natal 2015 & Lingkungan Aloysius Misir Barat










Share:

Pages

Generasi Muda

Generasi Muda

Bunda Segala Bangsa Nilo. Salah satu lokasi shooting film tiga dara

Bunda Segala Bangsa Nilo. Salah satu lokasi shooting film tiga dara

KRISTUS RAJA

KRISTUS RAJA