Yesus "Pemimpin" Yang Sengsara Sampai Mati Di Kayu Salib

SUARA MATAHARI-Jalan salib yang menceritakan kisah sengsara Yesus memberi makna yang sangat dalam bagi semua umat. Umat Kriten (Katolik dan Protestan) mengisahkannya setahun sekali yang disebut tablo. Bagi semua umat Kristen memaknai dengan mengambil bagian dalam atraksi tablo ini. Tablo/Jalan Salib mengajak umat selalu setia pada Yesus Kristus yang setia dalam segala kondisi hidup.

Yesus berjuang dan sengsara untuk umatnya. Memikul salib yang sangat berat demi dosa-dosa umatnya. Dia tidak mengeluh, dia tidak marah, dia tidak meminta balas jasa, dia tidak minta ganti rugi. Dia iklas mengorbankan diri-Nya bagi semua umat, termasuk murid-murid-Nya yang mengkianati Dia. Yesus itu rendah hati, lemah lembut. Dia murah hati dan rela berkorban. Dia tidak egois, Dia tidak sombong. Dia adil berbagi hidup kepada semua orang.

Memikul salib hingga dipaku dikayu salib namun Dia tidak protes. Yesus Sang Juru Slamat Dunia datang ke dunia untuk menebus umat-Nya. Dia disiksa, dicabik-cabik, dicemooh, ditendang, diinjak-injak tapi Dia tidak melawan.


Sebagai umat Tuhan, kita menyakini bahwa hari ini, Jumad/25/03/2016 adalah hari sengsara-Nya. Hari Jumad yang disebut Jumad Agung bagi kaum Katolik menjadi hari kematian Yesus. Seluruh umat memperingati kematian-Nya demi dosa dan kesalahan umat-Nya.  

Kita sebagai pengikut-Nya diharapkan mampu memaknai sengsara Yesus. Yesus mengharapkan kita setia dengan menjalankan perintah dan larang-Nya. Sebagai manusia yang lemah, kiranya kita harus terus berdoa dan berdoa terus agar kita tidak jatuh pada kesalahan-kesalah yang membuat-Nya marah. Kita harus mengakui segala dosa dan kesalahan kita kepada-Nya dan kita meminta kekuatan dari-Nya agar hidup kita sehat dan kuat dalam menghadapi kerasnya hidup.

Bagi setiap umat yang mengimani jalan salib diharapkan dapat sadar atas segala kesombongan, keegoisan, keserakahan, irih, dengki selama hidupnya. Jalan salib kali ini diharapkan dapat memberikan kekuatan baru bagi kita semua. Kiranya kita tidak hanya bekerja mencari kekayaan dan lupakan campur tangan-Nya. Kita harus memaknai jalan salib ini sebagai senjata perubahaan yang harus kita hadirkan melalu perbuatan, tutur kata, sikap dan tingkah laku kita setiap hari, hari ini, besok dan akan datang.

Yesus adalah pemimpin. Dia memimpin muridnya. Dia memimpin seluruh umat di muka bumi ini. Dia tidak kaya, tidak memilik rumah tingkat, mobil mewah, saldo yang banyak, dia tidak kaya seperti "mereka" yang memimpin. Yesus hanya punya cinta dan kasih, kesetiaan, rendah hati dan lemah lembut. Dia menghendaki semua umat-Nya sehat jasmani dan rohani, tidak rakut, tidak sombong dan tidak egois. Semoga. Mari kita ikut jalan salib di mana saja kita berada. (Admin)
Share:

Air Kelapa Sisa Pembersihan Tuan Meninu Sembuhkan Penyakit

SUARA MATAHARIKU-Sahabat pembaca blog Suara Matahari salam jumpa dalam masa hari Tri Suci. Iya, hari suci umat Katolik yang dirayakan setiap menjelang Paskah. Tiga hari sebelum hari raya memperingati kebangkitan Sang Juru Selamat. 

Kali ini ada sebuah tulisan singkat tentang ritual religius yang dilakukan setiap tahun sebelum Paskah di Kota Larantuka Kabupaten Flores Timur NTT. Prosesi Semana Santa akan dilakukan dan dihadiri ribuan umat di seluruh dunia yang berencana hadir. Bukan hanya umat Katolik tetapi umat lintas agama hadir dan ingin tahu. Di sana sahabat akan mendengar istilah Tuan Ma dan Tuan (Tuhan Meninu). Admin coba membagi cerita tentang Tuan Meninu.

Cerita ini Admin kutip dari warga Larantuka 2 tahun lalu. Tentu fakta cerita ini tidak berubah karena memang bukan cerita bersambung yang direkayasa. Ini merupakan cerita sejarah yang diimani umat Katolik.

Ada sebuah langkah unik yang harus dilalui dalam proses Semana Santa. Cerita permandian atau pembersihan yang dilaksanakan setahun sekali oleh petugas. Iya, sebuah patung yang disimpan di sebuah Kapela harus dilakukan perbersihan. Air yang dipakai untuk pembersihan ini adalah air kepala muda. Entah apa maksudnya tapi itulah yang sudah terjadi sejak dulu;

Sisa air pembersihan ini akan dibagi-bagikan kepada umat yang datang. Air kelapa ini dinyakini memiliki kekutan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Penyakit apa saja yang diderita umat pasti sembuh. Intinya dilakukan dengan penuh iman, jika tidak lebih baik jangan melakukannya.

Kapela bersejarah ini diberi nama Kapela Tuan Meninu. Letaknya sebelah timur Kota Larantuka. Tepatnya di Lingkungan Kota Rowido Kelurahan Sarotari Tengah. Di dalam kapela ini terdapat dua tori (tori besar dan tori kecil).

Tori merupakan tempat untuk menyimpan Ornamento (patung-patung,red). Di dalam Tori Kecil ditempatkan Patung Tuan Meninu. Ini adalah Patung Kanak Yesus yang percayai Umat setempat. Sedangkan dalam tori besar tersimpan patung Yesus Wafat di salib. Patung ini secara khusus dikeluarkan untuk penyembahan pada Jumad Agung.

Cerita yang diimani ini selalui diimani setiap tahun. Iya setiap tahun Patung Tuan Meninu dibawa keluar kapela. Patung yang tersimpan dalam Tori kecil akan dibuka setahun sekali oleh orang-orang yang ditentukan.

Upacara ini dilakukan melalui perarakan atau Prosesi Laut. Diarak menuju Armida yang ditentukan yaitu Armida Pohon Asam di Pohon Sirih yang menjadi salah satu Armida dari dari8 Armida dalam Prosesi Jumad Agung ini.

Bukan hanya itu, Kapela Tuan Meninu juga tersimpan Patung Maria Deo Senyora atau  Maria Bunda Tuhan. Umat sering melakukan devosi sebagai penghormatan. Hal itu dilakukan sepanjang Oktober disetiap tahun. Bagi sahabat yang penasaran dapat mengagendakan waktu untuk hadir dan mengikuti proses ini. Sahabat perlu mengimani agar mengerti dan bermanfaat bagi diri dan siapapun yang membutuhkan cerita ini. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa tahun depan. Selamat merayakan Jumad Agung 2016. (Admin). 
Share:

Selamat Hari Hutan Internasional

SUARA MATAHARI-Kesadaran melindungi, merawat hutan kita masih minim. Perusakan hutan justru dilakukan oleh mereka-mereka yang paham dan mengerti tentang manfaat hutan. Di indonesia sering terjadi kebakaran hutan, penebangan hutan liar dan lain sebagainya yang merusak hutan "tanpa melihat manfaat bagi publik luas".

Di NTT, Flores, Maumere Kabupaten Sikka juga sangat sering
sekali terjadi perusakan hutan. Fakta dan data membenarkan. Tak ada yang bisa pungkir dengan alasan proses ijin yang memakan biaya dan waktu yang lama. Iya, rakyat menuntut karena dilindungi negara. Negara dalam hal ini adalah pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan keputusan.

Rakyat pun bagian dari negara namun rakyat adalah pemanfaat yang menuntut hak untuk mendapat tempat tinggal yang layak. Pemerintah mengusir, pemerintah menjalankan aturan. Tapi pemerintah tak boleh melanggar. Melanggar secara sadar tentu beda dengan melanggar untuk kepentingan sekelompok. Untung untuk banyak orang berbeda dengan untung untuk sekelompok orang yang rakus dan tak puas dengan hasil. Keserakahan membuat mereka menjadi perusak walau mereka tahu harus dilindungi.

Mari melindungi dan merawat hutan kita. Tanpa hutan kita pasti mati. Tidak percaya ya silakan pergi bakar atau ditebang. Semua makluk hidup termasuk manusia pasti mati. Mata air akan mengering dengan sendirinya. Dan hangus. Ingat jangan merusak hutan.

Mari kita bersama-sama belajar untuk mencintai hutan, seperti orang utan yang setia tinggal di hutan. Hutan adalah rumah mereka dan kayu adalah milik kita. Manusia dan orang hutan sama-sama membutuhkan hutan. Manusia dan orang hutan akan mati jika hutan ditebang atau dirusaki. Orang hutan dilindungi hutan lindung oleh pelindung yaitu manusia. Jangan egois,jangan rakus, jangan sombong.

Selamat pagi rakyat Indonesia, Selamat merayakan Hari Hutan Internasional. Semoga mereka-mereka yang berteriak tentang perlindungan hutan dibimbingi , dilindungi, dan diberkati. oleh Allah YMK. Selamat pagi Matahariku. Diberkati YMK. (Admin).


Share:

“Membuka Isolasi Desa”


SUARA MATAHARI-Sahabat pembaca blog Suara Matahari, ini merupakan coretan singkat yang menceritakan perjalanan liputan di wilayah Kabupaten Sikka. Iya, seorang wartawan atau pun sejenisnya tidak hanya bermodalkan medianya tetapi membutuhkan keberanian, nyali dan mentalnya saat berada di lapangan.

Liputan di kampung-kampung yang berada di lereng bukit, pegunungan, tebing dan jurang, membutuhkan keberanian seorang wartawan. Jalan yang buruk, medan yang menguji nyali dan membahayakan harus didukung dengan mental yang kuat. Jika tidak jangan memilih jadi wartawan dan bertugas di desa-desa. Lebih baik kembali ke rumah dan berpikirlah untuk mencari pekerjaan baru.

Wartawan perubahaan adalah wartawan harus turun ke desa. Turun ke desa tidak untuk mencari makan dan minum bersama masyarakat miskin di desa tetapi mengungkap fakta pembangunannya. Karena desa adalah tulang punggung negara dan wartawan berada dalam pilar pembangunan Indonesia.

Di desa banyak sekali persoalan yang dilakukan oleh “orang kota”. “Mereka-mereka yang ada di kota selalu saja membuat masalah”. “Suburnya masalah” di desa-desa dapat dilihat dari kepentingan politik para politisi. Di sinilah media (wartawan) diharapakan pekah agar segala persoalan pembangunan dapat disampaikan dan ditindaklanjuti oleh pengambil kebijakan.


Media (wartawan) jangan bungkam terhadap persoalan tapi harus terus menelusuri fakta. Fakta-fakta pembangunan harus dikupas secara tuntas demi masyarakat desa. Masyarakat harus merasakan keadilan sebagai imbal balik dari pajak yang dibayar setiap tahun. Media perubahan adalah media yang jelih, kritis, berani, memiliki naluri perubahan dan keadilan. Wartawan perubahan adalah wartawan yang pekah dengan persoalan masyarakat, tidak tidur di kota saja dengan berita-berita seremonial. (Admin-Bersambung).  
Share:

Soal ASI, "Binatang Lebih Bijak Dari Manusia" (?)


MAUMERE-Hai pembaca blog Suara Matahari, kita semua yang membaca tulisan ini tentu tahu apa itu ASI. ASI merupakan singkatan dari “Air Susu Ibu”. Iya, kita semua hidup dari ASI, tak satupun manusia yang tak dapat hidup tanpa ASI kecuali ibu kandungnya sakit berat atau meninggal dunia sesudah bersalin.

Judul coretan lepas ini tentu sangat menarik. Fakta cerita yang dialami oleh semua wanita yang bersuami, hamil dan memiliki anak. Fakta ini dialami seorang ibu di sebuah desa di Kabupaten Sikka dan diceritakan oleh tetangganya. Dari cerita lepas itu dia menyimpulkan bahwa ternya “Soal ASI, Binatang Lebih Bijak Dari Manusia”.

Sebelum dia menceritakan secara detail, dia minta maaf berulang kali kepada saya. “Pak sebelumnya saya minta maaf kalau cerita saya ini mengganggu pikiran dan pengetahuan bapak. Saya minta maaf kalau ini menyakitkan sekali. Sampaikan permohonan maafku kepada seluruh manusia yang dikenal terkhusus seluruh wanita peduli Hak Anak” ungkapnya dengan raut wajah memohon.

Ceritanya begini, seorang ibu petani desa, Dia berpendidikan dan memiliki pekerjaan yang berpenghasilan baik. Anak ke-2 mereka akan datang. Segala persiapan telah dilakukan untuk menjemput ciptaan Tuhan ini. Orang tua kandung datang dari kota menyerahkan botol-botol susu dalam jumlah banyak.

Pertengkaran muncul ketika sang suami melihat banyak botol-botol itu. “Untuk apa ini. Anak belum datang kok sudah disiapkan botol. Lalu ASI-nya mau dibawa ke mana” tanya sang suami berwajah sangat marah.

Pertengkaran yang berlangsung cukup lama membuat warga di desa itu datang menyaksikan dari luar rumah. Mencekam dan menegangkan. Ibu itu nyaris diusir karena dinilai telah bersekongkol untuk tidak memberi ASI kepada anak tersebut.

“Pak saya rasa aneh kalau melihat seorang ibu yang baru melahirkan tapi tidak memberi ASI kepada anaknya. Saya kasihan anak itu. Padahal ibu sudah disiapkan gratis oleh Tuhan dua buah dada sebagai gudang ASI untuk anak-anaknya. Orang tua semacam itu adalah orang tua yang jahat dan tidak peduli dengan hak dasar anak-anaknya” tegasnya perempuan desa ini serius.

Baginya, manusia memang berakal budi, tapi kadang sekelompok manusia yang datang dari kota seakan lebih rendah dari binantang. Soal ASI ini, kalau dibuat perbandingan maka boleh dibilang “Binatang lebih bijak dari manusia”.

Setelah melahirkan binatang tidak pakai dot atau botol susu. Binatang tahu akan hak-hak dasar anak-anaknya yang baru dilahirkan. Binatang memberi ASI 24 jam kepada puluhan anaknya tanpa kenal lelah. Lalu bagaimana dengan manusia yang memiliki akal budi tapi memberi susu dot alias susu formula kepada anaknya?

Dari cerita ini, Admin menyimpulkan bahwa manusia dan binatang sama-sama makluk hidup tapi tidak sama karena manusia memiliki akal budi sedangkan hewan tidak. Cerita ini menarik karena faktanya manusia sering lalai dalam memenuhi hak anak.  Dot atau susu formula memang disarankan untuk sang bayi namun harus diawali dengn ASI yang cukup.

Seorang ibu akan memproduksi ASI yang banyak apabila selama masa kehamilan tahu merawat dengan mengkonsumsi makanan perangsang produksi ASI. Menurut mba google, cara tidur pun mempengaruhi produksi susu. Karena itu seorang ibu harus mampu memahami untuk memenuhi hak anak terkhusus ASI. Jangan merencanakan untuk memberikan susu formula setelah anak Anda datang ke bumi ini. Waspadalah waspadalah waspadalah! (Admin). 
Share:

Air Terjun Muru Sobe Indah Tanpa "Make Up"

Air Terjun Muru Sobe
SUARA MATAHARI-Hello bro dan sister, suka sekali pastinya kalau bicara tentang keindahan alam. Kali ini tentang keindahan alam seperti air terjun. Bersama pecinta alam Admin telah kehilangan pikiran sumpek dan lelah saat memasuki wilayah itu. (Hehehe). Menghilangkan rasa jenuh, datanglah di lokasi ini, Alam Muru Sobe Tanawawo. 

Poma merupakan sebuah desa di Kecamatan Tanawawo. Tanawawo merupakan sebuah kecamatan yang terletak di selatan Maumere. Tanawawo sedang terkenal dengan keindahan alamnya. Salah satunya “Muru Sobe”. Muru Sobe merupakan sebuah keindahan alam berupa air terjun yang memiliki ketinggian kurang lebih 100 meter.

Tempat ini disebarluaskan oleh seorang pastor yang saat itu bertugas di sana. Pastor itu kini telah tiada. Dia dipanggil Tuhan beberapa tahun lalu. Ketika itu dia mendapat informasi dari umat setempat bahwa ada air terjun di daerah itu. Dia pun bergegas mendatangi tempat itu.

Dingin di musim panas, sejuk di musim hujan. Itulah kondisi cuaca di wilayah Tanawawo terkhusus daerah air tejun. Memang demikian karena Muru Sobe ini berada di antara tebing. Diapiti tebing berumput dan pohon berdaun hijau lebat. Indah sekali. Penasaran bagi yang belum pernah ke sana.

Akses jalan menuju lokasi air terjun kini sudah dibangun. Walau ada yang harus rusak tapi sudah mulai dibangun. Entah dilanjutkan atau tidak pada tahun ini, jelasnya sudah dibangun. Iya baru dibuka oleh alat berat. Belum dirabat beton atau dihotmis.

Sudahlah kita tunggu saja kerja keras pemerintah. Mereka tak mungkin lupa dengan Muru Sobe karena telah mempromosikan bahwa Muru Sobe menjadi salah satu objek wisata alam yang terdaftar dalam barisan anggaran dalam buku induk APBD daerah setempat.

Mari kita ke Muru Sobe sambil memosting pesan agar dibaca, diresapi dan ditindaklanjuti. Mari jaga dan rawat keindahan alam. Biarkan Tanawawo Kabupaten Sikka terkenal dengan objek wisata yang satu ini. Agar daerah ini lebih maju karena pariwisata mendapat kucuran dana yang besar. Maju Muru Sobe, Maju Pembangunan, majulah rakyat Tanawawo Desa Poma. (Admin).
Share:

Film Tiga Dara Membawa Maumere Ke Layar Lebar


SUARA MATAHARI-Keindahan alam dan kecantikan objek pariwisata di Nian Sikka Tanah Alok akan bangkit dan tersiar ke seluru penjuru dunia. Berbagai potensi ini dipromosikan melalui film layar lebar berjudul “Kisah Tiga Dara”. Film ini di Sutradarai oleh Nia Dinata, perempuan pembuat banyak film di Indonesia termasuk film berjudul Arisan.


Film Tiga Dara ini hadir di tengah masyarakat Indonesia pada era 1956. Film ini merupakan karya Usmar Ismail dan bercerita tentang tiga saudara kandung hidup bersama ayah dan nenek ketika ibu kandung mereka meninggal dunia. Nenek mereka begitu mencintai cucu-cucunya dan berambisi mencarikan jodoh terbaik. Terutama cucu yang paling tua.

Sutra Dara Film Tiga Dara, Nia Dinata
Untuk kepentingan “rekamasi” proses pengambilan gambar dilakukan di Bumi Sikka Nyiur melambai Maumere Manise. Ada beberapa titik yang menjadi lokasi shooting seperti Gereja Tua Sikka, Lepo Gete Sikka, Pantai Koka, Pulau Indah Pangabatang, Pulau Kambing, Tanjung Kajuwulu & Hutan Mangrove Magepanda, Sanggar Watu Bo Hewokloang, Komplex Patung BSB Nilo, Pasar Wuring & Pasar Wairkoja, serta Bandara Frans Seda, Pelabuhan L. Say & Capa Resort.

Pembuatan film ini diawali dengan misa syukur launching shooting film di aula Capa Resort. Misa ini dihadiri ratusan umat yang diundang dalam agenda launching shooting film Tiga Dara tersebut.
Para Pemeran Film Tiga Dara
Informasi yang diperoleh Admin, pembuatan film ini merupakan kerjasama dengan Yayasan Bapa Bangsa selaku pemilik Capa Resort. Para artis-artis terkenal sudah berada di Maumere. Mereka adalah Shanty, Tara Basro, Rio Dewanto, Titiek Puspa, Ray Sahetapy, Richard Kyle, Rueben Elishama, Cut Mini. Total kehadiran mereka dalam pembuatan film ini mencapai 70 orang.
Disaksikan Admin mereka terlihat sangat refleks, senang dan bahagia. 

Mungkin saja baru pertama kali meninginjakan kaki di Bumi Sikka. Namun bagi Nia Dinata, kehadiran di Maumere bukan kali pertama. Dia suda sering nginap di Capat Resort dan sering berpetualan ke beberapa objek wisata.

Terkait film ini, bagi Nia menjadi hal biasa. Dia bangga karena masyarakat sekitar berkarakter transparan. Alamnya diselimuti keindahan dan berbagai selimut wisata baik laut, religi, budaya dan berbagai ragam kecantikan belum di eksplor.
Para Pemeran Film Tiga Dara Bersama Sutradara
Diharapkan kehadiran film ini menjadikan destinasi wisata dikenal publik. Sikka menjadi lebih ramai dikunjungi. Masyarakat boleh lebih sejahtera. Dan semoga pembuatan film ini didukung penuh oleh masyarakat melalui pemerintah daerah. Semoga. (Admin)
Share:

Sekilas Tentang Kelimutu Di Pulau Flores



SUARA MATAHARI-Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. 

Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.

Kelimutu merupakan gabungan kata dari "keli" yang berarti gunung dan kata "mutu" yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna - warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau "Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau "Tiwu Ata Polo" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau "Tiwu Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Para penduduk di sekitar Danau Kelimutu percaya, bahwa pada saat danau berubah warna, mereka harus memberikan sesajen bagi arwah orang - orang yang telah meninggal.

Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter. 

Untuk menikmati keindahan Kelimutu ini, orang-orang selalu datang setiap hari sepanjang tahun. Mereka menikmati langsung keindahan danau 3 warna dengan mendokumentasikan objek indah itu. Bukan hanya orang-orang Ende, Flores atau NTT saja, tetapi orang luar negeri pun ramai berkunjung di tempat ini. 

Daerah ini tergolong bersuhu dingin. Suasana sangat alamia. Para pengunjung boleh mengenakan sweater atau sejenisnya. Para pengunjung diminta tidak mengotori atau membuang sampah sembarangan ketika berada di wilayah tersebut. Di sana ada petugas yang mengawasi. Mereka akan memberikan petunjuk ketika anda tersesat atau membutuhkan informasi. (Admin/ Sumber: FB Pariwisata NTT)
Share:

Kalau Hendak "Rekreasi" Jangan Ke Gereja

SUARA MATAHARI- Sahabat pembaca blog Suara Matahari, tulisan terbaru ini tentang kesadaran umat akan penguatan iman. Umat diminta tertib ketika menghadiri misa di Gereja setiap hari minggu. Jika hendak bersenang-senang atau rekreasi dengan keluarga mestinya umat pergi ke pantai bukan ke gereja.

Suara itu boleh dikatakan cukup tegas, terdengar di depan Altar Paroki Spiritu Santo Misir, Minggu/14/02/2016. Pada Misa ke-2 Minggu Pra Paskah bagi umat Katolik itu, Pastor Paroki, Rm, Rudy Parera berbicara panjang dan tegas diakhir misa. Lebih ditekankan tentang ketertiban umat ketika mengikuti misa.

Pernyataan tegas muncul ketika dicermati banyaknya umat yang tidak serius mengikuti misa. Umat hanya berdiri di luar Gereja dengan alasan ada anak kecil, anak menangis, datang terlambat. Tak dilarang dengan alasan-alasan itu tetapi paling penting adalah keseriusan umat, kosentrasi umat saat misa.

Banyak umat dilihat bermain handpone, isap rokok, mondar-mandir bersama anak-anaknya saat misa sehingga gereja seakan tempat rekreasi seperti di pantai. Anak harus dibimbing, dididik menjadi anggota gereja yang baik. Anak harus dididik sejak kecil sehingga dapat membedakan di mana ia berada. Orang tua harus lebih tertib dalam mengajarkan anak-anaknya. Tidak benar kalau mengajak anak-anaknya ke luar gereja lalu bermain mondar-mandir, kutak katik hp, isap rokok dan lain-lain.

“Kalau mau berdiri di luar gereja saja lebih tidak usah datang ke gereja. Tinggal saja di rumah atau ke tempat hiburan atau pantai saja. Jangan ke gereja lalu tidak kosentrasi saat misa dan mengganggu orang lain. Bagi saya itu tidaklah tepat, tidaklah benar bagi seorang umat yang hidup dalam iman Katolik. Dan hal itu saya mencermati saat misa ke-2 di setiap minggu” tegasnya.

Diharapkannya, umat harus mulai sadar. Umat harus serius mengikuti misa. Membina Iman Katolik harus kosentrasi saat misa. Tidak boleh main gila saat misa berlangsung. Gereja merupakan tempat berdoa, rumah Allah. Karenanya hadir dan berdoa di gereja membutuhkan keheningan, ketenangan hati bukan mondar-mandir ke sana kemari seperti berada di lapangan bola kaki.


Memasuki masa puasa ini, saatnya kita merefleksi diri. Memperbaiki diri dari kesalahan dan kelalaian yang sudah terjadi. Mari kita bangkit memperbaiki dosa dan kesalahan kita. Mari kita jauhkan diri dari kesalahan yang tak boleh kita lakukan secara sadar. Selamat berpuasa dan semoga hari minggu akan datang tidak ada lagi umat yang bermain-main di gereja. (Admin).
Share:

Ovin, Bayi Malang Itu Telah Meninggal Dunia



SUARA MATAHARI- Prifandy Ovin, bayi malang yang berumur 1 tahun 3 bulan telah mengakhiri hidupnya. Dia dipanggil Yang Maha Kuasa pada Kamis/21/01/2016 pagi di  Rumah Sakit T.C Hillers Maumere Kabupaten Sikka. Nafasnya putus dengan berat badan 5,4 kg. Ketika itu demam tinggi kembali dan sakit diare menyerangnya.

Ovin, anak pertama dari pasangan Alfridus Nirang dan Yuventa Almida menderita sakit demam selama kurang lebih 1 tahun. Perjuangan orang tua selama itu sia-sia saja. Kini dia tak lagi dibawa ke mana-mana oleh orang tua untuk penyembuhan penyakitnya. Ovin tidak lagi ke Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, para dokter dan para dukun. Dia tidur untuk selamanya. Dia tak bangun lagi untuk meminta susu formula yang dibeli ayahnya dari hasil ojek.

Kepergian Ovin seakan pasra pada Tuhan. Seakan dia tak mau membuat orang tua atau orang yang merawatnya terus keluh. Dia ingin tenang bersama Tuhan. Dia tak membuat yang hidup terus “sibuk” karena penyakit yang setia menemaninya sampai liang lahat.

Sakit yang diderita Ovin selama kurang lebih 1 tahun itu seakan “misterius”. Dokter menyebut dia menderita infeksi paru-paru tapi sudah disembuhkan. Namun sakit panas tinggi yang menyelimut tubuhnya seakan menjadi “teman akrab”. Sakit itu selalu setia hadir dalam hidupnya. Sedih dan kasihan bagi orang yang pernah melihat dan menjenguknya atau bercerita dengannya.

Pada Natal Desember 2015, media ini mendatangi kediamannya. Orang tua menerangkan bahwa sakit yang diderita Ovin sudah kembali pulih.

“Ovin sudah rajin minum susu. Sudah lebih kuat dari sebelumnya. Berat badannya sudah naik” kata ibu kandung yang sedang memangku Ovin.

Kini Ovin terbaring lelap. Tak lagi menangis. Tak lagi Memanggil ayah dan ibunya. Dia sedang disemayamkan di rumah keluarga, Lingkungan Misir Barat, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok Kota Maumere. Dan kini menunggu jadwal pemakaman yang ditentukan keluarga.

Sebelumnya pada Oktober 2015, media ini memberitakan bahwa seorang bayi malang sedang mengalami penderitaan panjang. Usianya sudah 1 tahun pada 7 Oktober 201 namun berat badannya hanya 5,6 kg. Sejak lahir ia tak mendapat asupan gizi melalui ASI. Dia hanya dibantu susu formula merek lactogen.


Ada puluhan dokter telah didatangi orang tuanya untuk penyembuhan penyakitnya. Di Posyandu, di Puskesmas, Lab, tempat praktek para dokter dan juga rumah sakit. Semua telah dilalui orang tua dari kota ke desa namun penyakit tak kunjung sembuh. Suhu tubuh yang panas tinggi selalu menggerogotinya. Tubuhnya lemas tak berdaya. (Admin/MK).
Share:

10 Dukun Bantu Penyembuhan Ovyn


SUARA MATAHARI- Setelah keluar rumah sakit, Ovyn jatuh sakit lagi. Dukun menjadi jalan penyembuhan yang dipilih orang tua. Kurang lebih 10 dukun membantu namun keadaan putra pertama keluarga ini belum dikehendaki Tuhan. Penderitaan Ovyn seaka “misteri” karena semua jalan telah dilalui orang tua namun hingga saat ini belum sembuh dari sakit, belum normal berat badannya.  

Saat ini dia sedang ditangani oleh salah seorang dukun di wilayah Timur Kabupaten Sikka. Perawatan sang dukun ini hanya memberi lulur ala tradisional pada tubuh anak ini.  Menurut orang tua ada perubahan BB yaitu 5,1 kg pada umur 10 bulan dan 5,6 saat genap 1 tahun, 7 oktober 2015. Hingga 29/10/2015, kondisi Ovyn lagi-lagi mengalami demam lagi. Apalah daya orang tua Ovyn kehabisan cara.  

Perjuangan demi perjuangan telah dilalui. Doa dan permohonan sudah banyak dilakukan orang tua namun saat umur 1 tahun dia kekurangan BB 4 KG atau mesti 7,3-12 kg. Kita semua yang membaca cerita keluarga ini tentu terketuk hati untuk membantu. Baik dalam doa maupun secara materi atau cara-cara lain yang membantu kesembuhan anak ini.

Sedikit informasi, ke-2 orang tua Ovyn menjalin kehidupan rumah tangga kurang lebih sejak 3 tahun lalu. Afridus Nirang (35) warga Kelurahan Madawat Kota Maumere adalah seorang tukang ojek, dan Yuventa Almida (38) warga Desa Nirangkliung-Kecamatan Nita sebagai Ibu Rumah Tangga.

Untuk kebutuhan makan minum keluarga Alfrdius menyandarkan harapan pada motornya yang baru selesai kredit. Mengojek menjadi penghasilan tetapnya setiap hari. Begitu pun untuk kebutuhan makan minum sang anak. Saat anak mereka sakit, sang ayah mengaku pernah menggadaikan BKKB motor senilai 3 juta di FIF Motor dengan jangka waktu pengembalian 1 tahun/4 ratus/bulan.


Kepada media ini, bersama istri mereka mengharapkan doa dan campur tangan sesama agar penderitaan panjang sang anak dapat diatasi. Mereka juga bekerja dan berdoa agar Yang Maha Kuasa memberi kesembuhan bagi anak mereka.  Semoga kita semua dapat dibuka perhatian oleh Tuhan untuk membantu baik dalam doa atau dengan cara-cara lainnya. (Admin/MK)
Share:

Kisah Ovyn, Bayi 1 Tahun Dengan BB 5,6 KG

SUARA MATAHARI-Selamat siang Sahabat pembaca blog Suara Matahari. Kali ini Admin posting sebuah cerita fakta yang dialami seorang bayi. Cerita ini sudah dipublikasikan beberapa bulan lalu oleh beberapa media di NTT. Mengenang kisah sedih hidup sang bayi ini, admin hendak menyimpan dalam blog pribadi. Kiranya selalu kita doakan kehidupannya. Berikut kondisi sang Bayi bernama Ovyn. 

Kondisi ini  dialami bayi laki-laki di Kota Maumere Kabupaten Sikka. Sebut saja Pirfandy Ovyn, anak pertama dari Afridus Nirang (35) dan Istri Yuventa Almida (38), yang hidup di Kelurahan Madawat Kota Maumere. Sejak lahir ia tak mendapat asupan gizi melalui Air Susu Ibu (ASI). Dia hanya dibantu susu formula merek Lagtogen sesuai saran petugas kesehatan.

Mengkonsumsi susu formula merek lagtogen selama dua bulan rupanya tak mendukung pertumbuhannya. Sang bayi mengalami susah buang air besar sehingga orang tua menggantinya dengan susu formula merek SGM. Hingga berulang tahun pertama pada 07 Oktober 2015 lalu berat badannya baru mencapai 5,6 kg.

Ayah Ovyn berprofesi sebagai seorang tukang ojek. Penghasilan pas-pas saja. Dia membangun keluarga dengan  Yuventa Almida, seorang ibu rumah tangga beberapa tahun lalu. Mereka ber-3 tinggal di gubuk sederhana dengan ekonomi serba sederhana. Begitu pun kondisi kesehatan mereka terlihat “serba murah” dan masih jauh dari kesehatan yang normal.

Ovyn, anak pertama keluarga kecil sederhana ini lahir normal dibantu seorang bidan di Polindes Kabor Kelurahan Kabor Kota Maumere dengan berat badan (BB) 2,6 kg. Kesehatan sejak lahir hingga berumur 1 bulan tergolong baik. Bulan pertama diberi imunisasi di polindes Kelurahan Madawat. Pada bulan pertama ini ia tak ke posyandu untuk timbang badan karena sang ibu mengalami sakit pada mata dan tangan (bengkak besar).

Penderitaan keluarga kecil ini nampak semakin berat ketika buah kasih mereka pun mengalami bengkak di kepala sejenis bisul besar. Bisul-bisul kecil lainnya harus menyerang seluruh badan Ovyn. Syukur penderitaan ini, dapat disembuhkan orang tua secara tradisional yaitu menggunakan nana damar dan dibantu dengan obat medis yang diperoleh di apotik. Ovyn bersama sang ibu akhirnya sembuh dari sakit ini.  

Pada bulan Desember 2014 (umur 2 bulan) BBnya naik ke 3,7. Masuk bulan ke-3 BB nya naik menjadi 4,3 kg. Berat badan yang tergolong sehat bagi seorang bayi.

Beberapa waktu berselang, pasca sembuh dari sakit bisul, suhu tubuh Ovyn mengalami panas atau demam. Orang tua langsung mendatangi tempat prakterk dr.  Mario untuk berobat. Bermodalkan hasil ojekan, mereka mampu membayar biaya perawatan dan obat sebesar Rp 280 ribu rupiah ke Dokter Mario. Sayang, tak ada perubahaan sakitnya. Mereka kemudian mengantarnya ke Puskesmas Kopeta Perumnas, ke Dokter Margono, Bidan Nona dan Bidan Siska. Lagi-lagi, sakit demam yang diderita Ovyn tak kunjung sembuh.

Petugas menyarakankan agar sang bayi ini dirawat di rumah sakit. Orang tua kemudian kembali mendatangi Puskesmas terdekat lalu rujuk ke rumah sakit T.C. Hillers Maumere. Saat itu, Ovyn berumur 7 bulan dengan BB baru 4,5 kg. Perjuangan ekstra keras dari orang tua selama 3 bulan untuk menjauhkan penderitaan tersebut belum berhasil.

Ovyn kemudian dirawat di ruang Melati rumah sakit selama 39 hari. Bantuan pihak rumah sakit rupanya tak menyembuhkan secara total karena hingga keluar rumah sakit pada umur 8 bulan, BB sang bayi hanya naik 2 ons yaitu 4,7 kg. Iya, dia hanya sembuh dari demam dan sakit paru-paru yang dideritanya menurut pihak dokter.


Sejak itu, orang tua tak lagi membawahnya ke para dokter atau para bidan yang pernah didatangi. Kalau sakit, mereka hanya membeli obat di apotik terdekat di Kota Maumere atau bantuan non medis lainnya. Alasannya karena mereka tak mampu membayar semua biaya dan Ovyn bukan peserta BPJS. (Admin/MK). 
Share:

Mencari Rezeki Dibalik ETMC 2015



SUARA MATAHARI-Apa kabar sahabat pembaca. Kiranya semuanya sehat-sehat karena Tuhan selalu bersama kita.

Sahabat,El Tari Memorial Cup (ETMC) 2015 masih cukup hangat di hati kita. Ajang bergengsi sepakbola Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menyedot perhatian para pecinta bola kaki di bumi NTT khususnya Flores. Kegiatan akbar ini tidak hanya disaksikan oleh para penggemar bola kaki tetapi warga yang haus hiburan pun meluncur ke lokasi.

Nampak dalam foto yang sengaja dipotret admin. Hanya satu foto saja yang diambil karena lalu lalang manusia penonton yang menghalaunya. Di sela-sela seriusnya para penonton perempuan yang 85 porsen berambut uban mengelilingi lapangan Gelora Samador. Berbadan bungkuk dia mencari botol-botol atau gelas minuman mineral yang sengaja dibuang para penonton. Dia membawa serta karung atau tempat mengumpulkan botol kemasan air mineral. Entah untuk apa, dia juga memikul kardus. Iya, tentu ada manfaat baginya.

Dalam kesibukan meliput pertandingan seru saat itu, admin mencoba untuk berkomunikasi dengannya. Sayang, perempuan ini tak meresponnya. Dia serius mengumpulkan botol-botol tersebut dan menyimpannya dalam karung.

Di daeraku, Kota Maumere Kabupaten Sikka sudah banyak kebiasaan orang mengumpulkan botol/kemasan air mineral ini. Bukan hanya orang-orang tua tetapi orang-orang muda pun terlibat. Semua dikumpulkan lalu dijual ke para pembeli. Dengan harga yang cukup, mereka dapat membeli beras dan kebutuhan makan minum lainnya.

Perempuan tua ini, kategori manusia yang jelih. Dia memanfaatkan momentum olahraga di daerahnya untuk mendapatkan rezeki. Dia tidak malu dengan temannya, tetangganya, sahabat-sahabat dekatnya. Dia tahu banyak rezeki dari moment sepakbola terakbar se-Nusa Tenggara Timur itu. 

Dia sadar, apa yang ia lakukan sangat halal di hadapan Tuhan. Entah mengerti atau tidak, perempuan tua ini lebih memilih berjuang daripada menyandarkan hidupnya kepada orang lain. Mungkin saja dia tak mau bahwa sesungguhnya kondisi kehidupannya menjadi beban bagi yang lain.

Ada pertanyaan, mengapa Anda tidak menjejaki perempuan ini? Mengapa Anda lebih memilih jadi koruptor, pemeras, penjilat? Iya, tentu tidak harus jadi pemulung seperti mama ini. Ada hal lain yang membuat Anda nyaman dan aman dalam bekerja dan memanfaatkanya hasil perjuangannya. Semoga saja kita tak menjadi orang komplit atau hidup serba lengkap dan gampang. Semoga perempuan ini diberkati YMK, Bapa, Putera dan Roh Kudus. (Admin)
Share:

KORPS Iklas Memberi Dari Kekurangan

SUARA MATAHARI-Sahabat pembaca. Salam jumpa untuk semuanya. Sore ini, Admin share cerita fakta di Bumi Sikka. Menarik bagi Admin karena cerita ini dimulai dari dunia maya oleh sekelompok peduli sesama, peduli pembangunan. Mereka menamai diri Komunitas Rakyat Peduli Sikka yang disingkat KORPS. 

Mereka memberi dari kekurangan untuk yang berkekurangan. Fakta itu gampang diucapkan semua orang tapi belum tentu dilakukan oleh semua orang. Nampak dalam kehidupan kita sehari-sehari. Namun berbeda dengan sekelompok insan Tuhan ini. Mereka memberi dari kekurangan untuk banyak orang atau komunitas yang berkekurangan.

Belum lama ini, 14 Desember 2015, KORPS menyerahkan bantun berupa 1 set soudsistem untuk Gereja St. Yosef Maget Legar Desa Wolomotong Kecamatan Doreng.Kehadiran kaum muda penuh semangat dan kaya kreatif tersebut mendapat pujian dari umat setempat. Pujian datang sili berganti dan mereka bersyukur. Mensyukuri semua yang diberikan Tuhan untuk membantu sesama yang berkekurangan.


Terhadap fakta tersebut, Ketua Panitia Pembangunan Gereja St. Yosef Maget Legar, Grasianus Geor menyampaikan syukur dan terima kasih atas kepedulian para peduli sosial. 

“Atas nama umat dan pengurus dewan gereja saya menyampaikan terima kasih berlimpah atas kepedulian dan uluran tangan teman-teman KORPS terhadap kekurangan di gereja kami. Saya salut karena KORPS yang asal muasalnya dari dunia maya. Mereka tidak hanya eksis di dunia maya tapi juga eksis di dunia nyata. Dengan kreatifitas yang tinggi untuk terlibat membantu sesama yang membutuhkan . Ini tak mudah dilakukan di jaman ini. Semoga teladan ini diikuti oleh anak-anak muda yang lainnya” tutur Agi.

Tidak hanya di Wolomotong, pada Minggu/27/12/2015, KORPS hadir di tengah-tengah umat stasi St. Yohanes Diller Desa Koting C Kecamatan Koting. Di sana KORPS membantu 50 buah kursi plastik.


Penyerahan bantuan ini dilakukan usai Misa Keluarga Kudus. Misa tersebut dipimpin oleh Pater Vincent Widi, Mgl. Pater Vincent menyampaikan rasa bangga atas kehadiran forum. Dia kaget ketika mengetahui semua keuangan untuk belanja kursi merupakan swadaya anggota KORPS melalui rantangan berjalan berupa RW.

Thedy Woga sebagai salah satu anggota dipercayakan membawakan sambutan. Dia membenarkan bahwa cerita terbentuknya KORPS bermula dari facebook (dunia maya). Mulanya iseng-iseng akhirnya dapat memberikan bantuan termasuk kepada umat di Koting C.

“Kita harus banyak berdoa agar selalu sehat. Semoga Tuhan selalu menjaga kita dalam seluruh kegiatan dan aktifitas sehari-sehari. Mari kita saling berbagi, saling memberi dari kekurangan. Kami memberi untuk umat Stasi St. Yohanes bukan berarti kami memiliki kelebihan tetapi kepedulian kami. Kami memberi dari kekurangan untuk yang berkekurangan “ ucapnya dengan raut wajah nampak bersedih.


Disaksikan media ini, gereja St. Yohanes memang masih berkekurangan sejak dibangun kurang lebih 4 tahun yang lalu. Saat misa, umat duduk melantai menggunakan kayu papan dari pohon kemiri. Umat stasi ini pun harus membawa serta kursi dari rumah saat misa agar bisa duduk.


Pastor Paroki Koting, Rm. Vinsensius Ferrer Mere, memberi apresiasi dan mensyukuri atas kepedulian KORPS. Langkah ini harus dikembangkan dengan tujuan memotivasi siapapun untuk berubah dan maju, bersolider dan peduli dengan orang lain. (Admin)
Share:

Penumpang Marah Pramugari, Pilot Balas Dendam

(Cerita Terbang)
SUARA MATAHARI-Para penumpang di sebuah pesawat di Indonesia marah kepada pramugari. Ketika itu semua penumpang sudah berada di atas pesawat. Saat itu pesawat siap lepas landas artinya semua sudah beres dan siap berangkat.

Baling-baling pesawat sudah dinyalakan. Iya siap berangkat tapi tiba-tiba baling-baling mati bukan dimatikan. Sepertinya ada yang tidak beres karena tangga pesawat dirapatkan ke pintu pesawat.

Pesawat itu kenapa bro, tanya orang yang berdiri di dekatku. Saya tidak tahu, katanya.
Seorang penumpang "membisik" kepadaku menggunakan hp. Bung, pesawat ini sudah molor 35 menit dari jadwal yang ditentukan. Kami semua sudah ada dalam pesawat tapi pesawat belum jalan juga. Entah kenapa, kami tak tahu, kruh pesawat tak mengabarkan kepada penumpang.

"Ohhh gitu to, ya udah pak ngamuk saja ke pramugrasi itu. Nanti pesawatnya jalan juga. Kalau tidak ke Pilotnya saja, marah-marah begitu" kataku via tlpn.

Si penumpang panggil pramugrari. Hei Pramugari, pesawat ini jalan tidak? Kalau tidak jalan ya beritahu kami supaya kami turun ganti pesawat. Jangan buat kami sengsara begini. Tolong buka pintu saya mau turun, kalau tidak saya buka pintu darurat ini" marahnya.

"Ei pak jangan begitu. Sabar, sebentar lagi pesawatnya jalan. Pak diam-diam jangan marah-marah. Penumpang lain diam-diam kok bapak ribut-rubut gitu" katanya tak merasa bersalah.

Mendengar pernyataan pramugari semua penumpang sontak marah. " Kau bilang apa tadi? Coba kau ulang pertanyataan tadi. Kau tidak tahu kah kalau kami semua ini lagi marah. Pesawat ini dari tadi belum jalan kau bilang kami tidak marah. Kau panggil itu pilot, jangan sembunyi di dalam eee" kata para penumpang. Dan pramugari diam.
Lima menit kemudian pesawat lepas landas.

"Oh jadi begini kah. Pilot dan pramugari di pesawat ini harus di ngamuk dulu baru jalankan pesawat ko" kata si Bapak dengan suara besar. Pramugari diam, penumpang senyum-senyum.

Ketika hendak mendarat, sepertinya pilot ingin balas dendam. Dia menggoyang-goyangkan pesawat membuat para penumpang ketakutan. Badan pesawat seakan jatuh dari langit ke landasan pacu. Penumpang histeris, pramugari tertawa diam-diam, senyum pun takut di marahi penumpang.

"Oh, jadi kau balas dendam ko pilot. Kau pikir kau punya pesawat kah. Tunggu saya lapor kau di atasanmu nanti" kata si bapak disambung tertawa lepas para penumpang lainnya. (Admin).
Top of Form

Share:

Pages

Generasi Muda

Generasi Muda

Bunda Segala Bangsa Nilo. Salah satu lokasi shooting film tiga dara

Bunda Segala Bangsa Nilo. Salah satu lokasi shooting film tiga dara

KRISTUS RAJA

KRISTUS RAJA