Tuntutan Dunia Kerja Bukan Alasan Mengajarkan Komputer Pada Anak Sejak Dini



“Komputer itu sangat mudah. Kami di Google sengaja membuat perangkat yang ibaratnya bisa digunakan tanpa harus berpikir. Anak-anak toh tetap bisa mempelajari komputer sendiri jika usia mereka sudah dewasa.” (Alan Eagle.)

SUARA MATAHARI-Singkatnya, Eagle menjelaskan bahwa komputer itu mudah dan bisa dipelajari lewat kursus kilat sekalipun. Jadi buat apa “membunuh” kreativitas alami anak dengan memaksa mereka mempelajari komputer sejak dini?

Bukan berarti anak-anak di Waldorf dan Silicon Valley sama sekali tak melek teknologi. Siswa-siswa kelas V di Waldorf mengaku sering menghabiskan waktu mereka dengan menonton film di rumah. Seorang siswa yang ayahnya bekerja sebagai teknisi di Apple mengaku sering diminta mencoba game baru ciptaan sang ayah. Sementara seorang muridbiasa berkutat dengan flight control system diakhir pekan bersama orang tuanya.
Justru anak-anak ini sudah mendapat pengetahuan teknologi dalam porsi yang pas, mengingat kebanyakan orangtua mereka adalah penggiat industri teknologi. Berkat didikan di Waldorf, anak-anak Silicon Valley mengaku tak nyaman saat melihat orang-orang di sekitarnya sibuk dengan gadget mereka.

“Aku lebih suka menulis dengan kertas dan pulpen. Ini membuatku bisa membandingkan tulisanku saat kelas I dengan yang sekarang. Kalau aku menulis di komputer ‘kan gaya tulisannya sama semua. Dan kalau komputermu tiba-tiba rusak atau mendadak mati listrik, pekerjaanmu jadi tak selesai ‘kan?”ungkap Finn Heilig, yang ayahnya bekerja di Google.

Sekali lagi, metode pendidikan tanpa komputer bukannya bermaksud menutup akses anak untuk mengenal teknologi. Kelak, di usia tertentu mereka tetap punya kesempatan untuk mempelajarinya. Sementara di masa kanak-kanak, mereka berhak mendapat kesempatan menjadi sebenar-benarnya anak-anak.


Bagaimana nasib adik-adikmu atau anak-anakmu sendiri kelak? Apakah lebih baik mereka dikenalkan dengan gadget dan perangkat teknologi sejak dini, atau lebih baik menunggu sampai saat yang benar-benar tepat? (hipwee.com).
Share:

Belajar mengajar bukan perkara sederhana


SUARA MATAHARI- Sebenarnya menurut Waldorf, memilih menggunakan teknologi komputer atau tidak bisa jadi sifatnya subyektif atau perkara pilihan. Terserah saja, menurut kebijakan sekolah masing-masing. Namun yang harus dicatat ketika anak sudah dibiarkan lekat dengan komputer sejak dini. Bisa saja ia akan ketergantungan dan sulitmelepaskan gawai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Ann Flynn, petinggi National School Boards Association yang membawahi sekolah-sekolah negeri di Amerika tetap bersikeras bahwa pelajaran komputer itu penting. Sementara Paul Thomas, mantan guru dan profesor pendidikan yang sudah menulis lebih dari 12 buku tentang metode pendidikan publik, lebih setuju pada Waldorf. Baginya, pendekatan yang minim teknologi di dalam kelas justru sangat bermanfaat.

“Mengajar adalah pengalaman manusia. Teknologi justru bisa jadi gangguan ketika mengenal huruf dan angka, belajar hitungan, dan berpikir kritis, “ ungkap Thomas. (hipwee.com).

Share:

Mengajarkan siswa (Anak) Memakai Komputer Tak Membuat Pintar



Selain dari pengajar dan orang tua murid, para ahli pendidikan pun menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada penelitian yang bisa menjelaskan kaitan keduanya. Penggunaan computer bagi anak sebenarnya belum menjadi alasan ilmiah dalam mendidik anak.

“Penggunaan komputer di ruang kelas sebenarnya tidak ada alasan ilmiahnya. Sampai saat ini toh belum ada penelitian yang membuktikan bahwa keterampilan menggunakan komputer akan berpengaruh pada nilai tes atau prestasi mereka.”

Nah, apakah belajar hitungan pecahan dengan memotong apel atau merajut jauh lebih baik? Bagi Waldorf, pertanyaan ini sulit dibuktikan. Sebagai sekolah swasta, Waldorf tak berpedoman pada tes-tes dasar yang serupa dengan sekolah-sekolah lain. Mereka pun memang mengakui bahwa murid-muridnya tak akan dapat nilai setinggi anak-anak sekolah negeri jika diminta mengerjakan soal-soal tes umum. Bukan karena mereka bodoh, namun karena murid-murid Waldorf memang tak dijejali teori-teori matematika dasar sesuai kurikulum.

Namun, ketika diminta membuktikan efektivitas pendidikan di Waldorf,Association of Waldorf School di Amerika Utara menayangkan hasil penelitian yang tak main-main. Terdapat 94% siswa lulusan SMAWaldorf di Amerika Serikat di antara tahun 1994 sampai 2004 berhasil masuk di berbagai jurusan di kampus-kampus bergengsi seperti Oberlin, Berkeley, dan Vassar.”

Selain faktor minimnya teknologi, kualitas pengajar yang baik di Waldorf juga dinilai berpengaruh pada keberhasilan sekolah tersebut mengirim anak-anaknya ke universitas-universitas bergengsi di Amerika. Waldorf memang tak sembarangan dalam memilih guru. Selain berpendidikan tinggi, mereka harus memiliki jam terbang yang mumpuni. Wajar saja jika Waldorf kemudian berhasil mengembangkan anak didik mereka menjadi hebat dan berprestasi.


Kualitas inilah yang kemudian membuat paraorangtua percaya pada metode pengajaran Waldorf. Salah satu orangtua tersebut adalahPierre Laurent (50), pendiri startup yang sebelumnya bekerja di Intel dan Microsoft. Bahkan saking terkesannya dengan metode Waldorf, Monica Laurent, istri Pierre, bergabung menjadi guru di sekolah inisejak tahun 2006. (hipwee.com). 
Share:

Anak Bos Google & Apple Main Tanah, Anakmu Main Komputer?

Gevaro Bermain Tanah
SUARA MATAHARI-Di Indonesia, mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah salah satu muatan lokal yang umum ditemui. Banyak juga sekolah yang mengizinkan murid-muridnya membawa laptop untuk kepentingan mencatat atau browsing informasi saat di kelas. 
Selesai sekolah, anak-anak ini pun bukannya pulang ke rumah untuk istirahat; mereka justru kembali akrab dengan iPad atau game konsol mereka dengan alasan refreshing setelah seharian belajar. Saking sudah umumnya, sebagian dari kita mungkin menganggap fenomena ini sah-sah saja.
Tapi tunggu! Mari sejenak jalan-jalan ke Silicon Valley, sebuah kawasan di Amerika dimana perusahaan-perusahaan teknologi top dunia berkantor. Di tempat ini terdapat fakta yang akan membuat kita berpikir ulang,
“Apakah keputusan mengenalkan komputer pada anak sejak usia dini itu tepat?”

Para petinggi Google, Apple, Yahoo, HP hinggaeBay mengirim anak-anaknya ke sekolah yang sama sekali tak punya komputer.


Ketika sekolah-sekolah lain memasukkan komputer dalam kurikulum dan berlomba membangun sekolah digital, Waldorf School of the Peninsula justru melakukan sebaliknya. Sekolah ini dengan sengaja menjauhkan anak-anak dari perangkat komputer.
Sekolah Waldorf justru fokus pada aktivitas fisik, kreativitas, dan kemampuan ketrampilan tangan para murid. Anak-anak tak diajarkan mengenal perangkat tablet atau laptop. Mereka biasa mencatat dengan kertas dan pulpen, menggunakan jarum rajut dan lem perekat ketika membuat prakarya, hingga bermain-main dengan tanah setelah selesai pelajaran olahraga.
Guru-guru di Waldorf percaya bahwa komputer justru akan menghambat kemampuan bergerak, berpikir kreatif, berinteraksi dengan manusia, hingga kepekaan dan kemampuan anak memperhatikan pelajaran...(hipwee.com)
Share:

Agar Kreatif, Sekolah Tak Perkenalkan IT Pada Anak



Entah Gerakan Apa Tapi Ini Bagian Dari Kreatifitas Anak
SUARA MATAHARI-Banyak yang menganggap bahwa kebijakan yang dibuat Waldorf itu keliru. Meski metode pembelajaran yang mereka gunakan sudah berusia lebih dari satu abad, perdebatan soal penggunaan komputer dalam proses belajar mengajar masih terus berlanjut.
Menurut para pendidik dan orangtua murid di Sekolah Waldorf, sekolah dasar yang baik justru harus menghindarkan murid-muridnya dari komputer. Ini disetujui oleh Alan Eagle (50), yang menyekolahkan anaknya Andie di Waldorf School of the Peninsula:
“Anak saya baik-baik saja, meskipun tak tahu bagaimana caranya menggunakan Google. Anak saya yang lain, yang sekarang di kelas dua SMP, juga baru saja dikenalkan padakomputer,”tutur Eagle, yang bekerja untuk Google.
Eagle tak mempermasalahkan ironi antara statusnya sebagai staf ahli di Google dan kondisi anak-anaknya yang gaptek.
“Misalkan saja saya seorang sutradara yang baru menelurkan sebuah film dewasa. Meski film itu didaulat sebagai film terbaik yang pernah ada di dunia sekalipun, saya toh tak akan membiarkan anak-anak saya menonton film itu kalau umur mereka belum 17 tahun.” (hipwee.com).

Share:

Video Tarian Kreasi dan Pantai Koka Maumere Flores

SUARA MATAHARI-Sudah banyak tarian dipentaskan atas nama daerah. Sudah banyak budaya yang dipromosikan. Sudah banyak anggaran yang digelontorkan. Semoga daerah ini menjadi lebih terkenal dengan berbagai potensi wisata dan budaya yang dipromosikan. Mari!


Sanggar Kibolibok



Tua Reta Lo'u-Sanggar Bliran Sina

Sisi Timur Pantai Koka




Share:

Video Liputan Pendidikan Di Mapitara Sikka Flores NTT

SUARA MATAHARI-Sahabat semua, video dibawah ini merupakan hasil liputan pada 17/08/2015 lalu. Ini merupakan potret pendidikan anak-anak SDN Sata Wair Pu'At. Sekolah ini memiliki sekolah induk yaitu SDN Hale. SDN Wair Pu'At dibangun karena jarak tempuh menuju sekolah induk. Atas kesepakatan orang tua lalu dibangunlah sekolah tersebut.

Video dibawa ini menceritakan tentang kondisi jalan yang menghubungkan sekolah induk dan SDN Wair Pu'at. Dan ada para peduli pendidikan yang hadir memberikan bantuan pada 17 Agustus 2015 lalu. Harapan kita semua agar pemerintah lebih cepat melihat dan mengulurkan kepedulian untuk anak-anak SDN ini. (Admin).


Jalan Menuju SDN Wair Pu'At


Gedung SDN Wair Pu'At


Murid SDN Wair Pu'At


Mereka Berdoa


Lagu Garuda Pancasila




Share:

Video Potret Pendidikan Di Kabupaten Sikka Flores NTT

Video 01


Video 02


Video 03

Catatan: Video peliputan pada 21/02/2014. 
Informasi terakhir, sekolah ini sudah dibangun pada pertengahan 2014.


Share:

Wuring, Pemukiman Yang Butuh Jamahan


Wuring merupakan sebuah nama pemukiman yang dihuni ribuan warga Kota Maumere. Seorang warga menyebut bahwa penduduk Wuring merupakan pendatang dari luar Maumere Kabupaten Sikka yaitu Buton.

Di Wuring, ada sebuah pasar yang dibuka setiap sore hari. Cukup terkenal nama pasar tersebut adalah Pasar Wuring. Di sana kita bisa membeli berbagai jenis ikan dan berbagai macam sayur, buah-buahan. 

Pasar ini pun tersedia penjual jasa ikan bakar. Sekali bakar mencapai 10 ribu sampai 15 ribu tergantung besar kecil ikan. 
Share:

Misteri “Tanda Silang” Sebelum Memotong Daging


SUARA MATAHARI-Hai sahabat. Apa kabar gerangan semuanya. Semoga semuanya sehat dan sukses selalu dalam naungan YMK.

Admin mau bagi cerita baru. Sahabat sering makan daging kan seperti ternak peliharaan. Jelas sahabat pasti suka makan atau sering konsumsinya. Admin mau berbagi rahasia tentang cara dan maknanya orang Maumere Kabupaten Sikka Flores membunuh hewan dan memotong daging.

Membuat “tanda salib”?
Bagi sahabat yang hanya duduk di depan meja dan menunggu sajian masakan para ibu-ibu tentu tak tahu. Begitu juga bagi sahabat yang berada di tempat pemotongan daging yang hanya berdiri nonton saja. Di sana sahabat pasti melihat tanda silang tepat pada dada hewan yang sudah dibunuh tersebut. Ini benar tanda silang.

Ada seorang pria berumur kurang lebih 40 an. Di sebuah tempat pesta berbagi cerita. Ini memang sejak dulu, peninggalan nenek moyang. Kita sering melihatnya namun tak mencaritahu maksud tanda silang ini. Admin mencoba bertanya-tanya pada Nopember 2015 lalu.

Tak perlu disebutkan nama lengkap pria 40 an tahun ini. Ons begitu ia disapah. Sambil meneguk segelas moke (minuman budaya) munculah pertanyaan. Pertanyaan ini muncul setelah Admin menyaksikan Ons memotong kuda.

Moat (bapa) “Kenapa setiap kali orang memotong daging harus dimulai dengan tanda silang?” Ternyata Ons juga tak tahu. Dia menjawab bahwa “Kita hanya melanjutkan cerita nenek moyang dulu”. “Iya, tapi pasti ada artinya. Apa arti dari tanda silang ini”, sambungku. “Saya juga kurang tahu” jawab pria yang terlihat masih muda ini sambil menunjukan senyumnya.

Bulan Nopember 2015 kemarin, di Maumere ramai dengan pesta. Selain pesta nikah, pesta sambut baru atau penerimaan komuni suci pertama mendominasi dari desa hingga kota.

Dalam sebulan terakhir ini, Admin mendapat undangan keluarga di beberapa tempat. Semua undangan ini dibuat pesta. Ya, pesta ala kita di sini, di Maumere. Bagi orang Maumere, untuk menggelar pesta ini tak perlu waktu yang lama dan dana yang besar. Tujuannya kekeluargaan. Intinya setiap acara/pesta pasti ada eksekusi hewan peliharaan.

Sabtu/05/12/2015, Admin menemui seorang pria asal Kecamatan Bola. Dia adalah Yuven pria yang berumur 53 tahun. Dia mengaku sudah puluhan hewan yang dibunuh ketika ada acara keluarga atau pesta. Ada anjing, babi, kambing, pernah dieksekusi olehnya.

“Setiap kali memotong hewan yang sudah dibunuh, dibakar dan dibersihkan harus didahului dengan tanda silang. Itu sudah diajarkan oleh nenek moyang. Saya tidak tahu maksud tanda silang itu” katanya. (M-16/SF).

Masih mencari sumber lain….


Share:

"Bisikan Altar"


SUARA MATAHARI-Sejak datang ke bumi ini engkau tak mengerti tapi dalam batin engkau mengetahuinya. Ke-2nya datang dari perbedaan dan sepakat bersatu dalam satu iman. Katolik mempertemukan mereka di depan Altar Tuhan. Katolik melahirkan Engkau melalui rahim yang dikandung.

Engkau hadir dalam kondisi sederhana sebagaimana kehadiran Yesus oleh Bunda Maria namun engkau bukan Dia. Engkau hanya pengikutnya yang wajib mengikuti semua perintah dan larangan-Nya.

Lahir dan tumbuh dalam didikan tegas seperti ajaran Katolik. Bahwa Tuhan tidak membiarkan manusia hidup sendirian. Dia selalu bersama umatnya dalam suka dan duka. Dia larang yang salah, Dia mengajarkan yang benar. Dia tak mau umatnya protes atas apa yang dijalaninya atau dialami.

Perjalanan hidupmu belum terlalu lama. Engkau bagai embun yang jatuh di batu sedetik yang lalu. Namun engkau sedang diperhadapkan dengan dinamika hidup yang mengajak engkau untuk berpikir, membedakan. Berpikir untuk tidak memisahkan tapi berpikir untuk melanjutkan akan apa yang dijalankan ke-2 sosok manusia yang menghadirkanmu.   
Ada seorang dari yang lain datang. Datang untuk menjaga dan merawatmu. Engkau pasti tahu namun engkau baru mampu menangis sebagai ungkapan kata-kata akan apa saja yang engkau rasakan.

Seorang ini ada misi “menggoda dan melukaimu”. Karena bukti di atas kertas seakan tak direstui hati. Awal mulanya ada dalam petunjuk penuh syarat. Meluki kesepakatan dan persetujuan di atas kertas putih. Engkau harus tahu, engkau harus mampu mengatakan bahwa jangan melukai kesepakatan. “Aku hadir karena kesepakatan. Kesepakatan untuk satu tujuan, satu kekuatan”.

Tuhan dan Bunda Maria bukan “mainan” yang dijual di toko. Tuhan dan Bunda Maria adalah dasar tanpa-Nya manusia tak ada. Jangan sekali-kali melukai sejarah kesepakatan karena Altar Tuhan akan memanggilmu untuk diadili. (Admin). 
Share:

Selamat Datang "Peserta Konser Jalanan"

Peserta Konser Yang Masih Tidur

SUARA MATAHARI-Musim hujan tahun 2015 telah datang. "Para peserta konser jalanan" mulai turun ke jalan. Mereka menggelar konser sepanjangjalan di pusat kota. Bukan hanya jalan-jalan utama tetapi lorong-lorong pun diramaikan dengan "hiasan" peserta konser. Selamat datang peserta konse jalanan.

Mereka yang tadinya tidur, bangun dan meninggalkan tempat tidur. Pergi ke jalan-jalan dan tak kembali. Entah ke mana tujuannya, mereka nampak di jalan-jalan. Bangun dikalah hujan memanggil, mengundang untuk menggelar konser. Konser di jalanan.


Hujan mendatangkan banjir. Banjir mengundang turun ke jalan. Jalanan kian ramai, jalanan kian repot karena mereka lalu lalang di mana-mana. Hei pengguna jalan jangan ganggu mereka. Ini waktunya mereka konser, waktunya mereka berleha-leha. Berikan mereka waktu, berikan mereka ruang.  (editing admin. bersambung).


Share:

ETMC 2015 Telah Berakhir


SUARA MATAHARI-Laga grandfinal ETMC 2015 yang mempertemukan tim tuan rumah Persami Maumere vs Perse Ende telah berakhir, Jumad/13/11/2015 sore.  Pertandingan yang dipimpin Wasit Utama Antonius Rismiaji berakhir dengan skore kemenangan Persami 2:1. 

Mari nantikan pelaksanaan ETMC 2017 di Kabupaten Ende. Salam Olahraga!!!







Share:

Final, Perse vs Persami, Banjir Penonton

Foto: Moan Sewar Lamen

SUARA MATAHARI-Selamat sore sahabat pembaca blog Suara Matahari. Semoga sehat-sehat saja ya? Sebentar lagi kita akan menyaksikan laga seruh, final sepakbola antara Perse melawan Persami tuan rumah ETMC 2015.  Sudah pasti sahabat semua berada di seputaran Gelora Samador Kota Maumere.

Sesuai bisikan, pertandingan laga final ini harga tiket naik menjadi 10 ribu rupiah tak pandang usia atau jagoan mana. Semuanya sama rata. Itu bisikan dari lapangan pertandingan sore kemarin saat PSN menang tipis atas Si Bungsu Malaka.

Sudah, tak perlu pikirkan soal harga karcis. Rugilah kalau tak nonton hanya karena harga tiket 10 ribu itu. Rugi kalau kemenangan jagoanmu tak disaksikan langsung. Cerita orang atau teman tentu beda dengan menyaksikan langsung choy. Datang dan nonton saja lansung daripada mendengar cerita lalu menceritakan ke pacar, tunangan, istri, anak-anak sahabat sekalian. Awas dibohongin sama teman. Sedetik tak nonton rugi loh sahabat.


Tuh lihat, lapangan Gelora sudah mulai dipadati penonton. Pendukung Perse sudah dari kemarin sore datang ke Kota Maumere. Pendukung Persami sudah siap dengan pernak perniknya dan sebentar lagi tempur mendukung jagoannya.

Tapi ingat, Admin mau kasih resep tapi rahasia dulu. Nonton final ini jangan nakal ya, jangan membuat ricuh, rusuh. Tak boleh saling mencibir, memfitnah apalagi. Kita ini adalah saudara, satu darah, darah merah putih seperti warna bendera kita. Bendera Merah Putih Indonesia Raya. Jadi kita jaga kerukunan kita, Bhinke Tunggal Ikka dasar kerukunan kita.

Ingat juga, kita mau maju harus saling mendukung. Jangan cerai berai , jangan pecah belah.

Ini Admin beritahu  untuk pembaca blog Suara Matahari. Bukti persatuan dan kesatuan dan saling mendukung antara ke-2 tim ini yaitu mereka tinggal 1 rumah alias 1 hotel. Satu hotel, 1 pemiliknya. Bayangkan saja kalau mereka keluar dari satu pintu lalu masuk ke lapangan dan berkelahi. Tak baik kan?  Sebagai pendukung/supporter harus sportive, fair playlah intinya.

Awas Anak Hilang 
Begitu saja cerita kita siang ini. Datang nonton jangan lupa pakai masker soalnya lapangan berdebu dan angin kencang. Hati-hati kalau bawa anak kecil atau pacar awas hilang. Sudah pernah ada anak yang hilang selama babak penyisian walau ketemu lagi tapi kasihan kan anaknya. Jangan ada lagi anak yang hilang di laga final ini. Bahaya karena selain debu dan angin, banyak juga kaki penonton.

Selamat bertanding untuk PERSE dan PERSAMI. Selamat menyaksikan untuk masyarakat pecinta bola di bumi Flobamora. Diberkati YMK.  (Admin).
Share:

“Kuda Hitam” ETMC 2015 Itu Raih Juara



SUARA MATAHARI-Setelah tumbangkan juara bertahan ETMC 2013 Persemal Malaka mampu bermain indah melawan runner up ETMC 2013. Nyaris menang alias kalah tipis atas PSN Ngada ini membuat anak-anak binaan Adrianus Bria Seran terkenal di ETMC 2015.

Mereka kategori anak bungsu karena kabupaten yang baru dimekarkan dan baru pertama menyelenggarakan Pilkada pada Desember 2015 ini. Mereka disebut “Kuda Hitam” karena mampu menerobos hingga babak puncak. Persemal tumbangkan banyak tim-tim hebat, kuat dan pernah meraih juara atau sudah lama terlibat di laga ETMC Nusa Tenggara Timur.

Kalah tipis saat berhadapan dengan PSN dari Kabupaten Ngada dengan skore 1:2 tak melunturkan semangat perjuangan. Mereka berjanji dalam diri, dalam tim bahwa mereka akan kembali merebos pertahanan semua tim yang ikut dalam laga ETMC 2017 nanti.


Meraih juara 4 di ETMC 2015 ini merupakan dasar untuk melangkah. Merupakan dorongan semangan untuk rajin berlatih dan lebih disiplin lagi. Apalagi para pemain Persemal diberi bonus pekerjaan dari daerahnya, dari tim kesayangan mereka yang selalu setia mendampingi disetiap event. Bangkitla bangkitlah dan tunjukan kepada semua masyarakat NTT, bahwa Malaka Si “Kuda Hitam” yang pasti merebut piala ETMC berikutnya. Salam Olahraga!!! (Admin)


Share:

STFK Ledalero "Menghidupkah Pahlawan"


"Bangsa yang berjiwa besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasa para pahlawannya" kata Soekarno.



SUARA MATAHARI-Memperingati hari pahlawan yang merupakan hari kebanggaan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, STFK Ledalero mengadakan aksi damai yan berpayungkan tema “Menghidupkan Pahlawan”.

Indonesia masih membutuhkan Pahlawan. Semangat pahlawan jangan hanya dikenang, tapi harus dihidupkan dalam jiwa yang berjuang. Berjuang demi Ibu Pertiwi yang kian dilanda duka dan nestapa oleh bobroknya penjajahan.

Sekolah katolik Ledalero mengajaka sahabat semua untuk bangun dari rasa lupa dan terus berjuang dengan semangat kepahlawanan. Berjuang merebut cita-cita luhur, cita-cita bangsa yang sejahtera yang tak lupa pahlawan yang gugur tempo itu. Ayo sahabat pembaca blog Suara Matahari. Bangun bangun dan bangun. Usir rasa malasmu dari raih mimpimu.

Karena merdeka saja belum cukup. Pahlawan masih belum mati. Perjuangan melawan penjajahan masih harus membara. Darah kematian masih harus menetes. Sang Saka Merah Putih masih belum gagah berkibar. Merdeka masih belum cukup! Mentalitas korupsi, jual beli manusia dan kuasa pertambangan masih menghantui kita.


Bangun bangun dan bangunlah. Jadilah pahlawan kemerdekaan. Jadilah pejuang yang tangguh. Jadilah saksi kemenangan. Jadilah pengukir sejarah yang mengalir melalui darah juang.  Jadilah bagian dari bangsa yang mampu menolak mautnya tawaran korupsi, sadisnya jual beli manusia dan kejamnya kuasa pertambangan. (Surat dari aktivis Ledalero/Admin)
Share:

Melawan PSN, Persemal Pasang Teknik Terbaik


SUARA MATAHARI-Kesebelasan Persemal dari Kabupaten Malaka akan berhadapan dengan PSN Ngada yang gagal bertemu Persami di final. Menghadapi tim runner up ETMC 2015 tersebut, tidak ingin menang tapi Persemal ingin menunjukan teknik yang paling baik.

Bagi Persemal, menghadapi PSN Ngada menjadi proses pembelajaran dalam persepakbolaan namun kalau keluar sebagai pemenang itu harus kami syukuri. Kalah pun kami sangat berterima kasih dalam menghadapi para pemain lama yang hebat.

“Kami sangat bangga menghadapi setiap pertandingan. Kami bertemu dengan tim-tim yang hebat dan berkualitas. Memang kami baru pertama kali ikut tapi kami mampu sampai puncak walau tak menjuarai. Bagi kami ini sudah juara, apalagi dapat mengalahkan juara bertahan” celoteh para pemain Persemal.

Dalam pertandingan ETMC 2015 ini, Persemal menjadi salah satu tim dari wilayah timor yang bertahan hinggal final sedangkan PSKK yang dianggap berkualitas tumbang saat berhadapan dengan Perse. Walau hanya merebut juara 3 dan 4 menghadapi PSN malaka menjadi jagoanya orang timor. Harapannya, para pemain Persemal mampu maju hingga kanca nasional.

Hei sahabat, apa kabar? Begitu saja cerita singkat tentang Persemal yang akan berhadapan dengan PSN sore nanti. Persemal si “Kuda Hitam” ETMC siap bermain terbaik melawan PSN sore ini. Mari berikan dukungan dan jangan lupa saksikan Pertandingan puncak, Persami vs Perse, Jumad/13/11/2015. (Admin). 
Share:

Ibu Pergi "Tanpa Pesan". Mengapa?

SUARA MATAHARI-Siang kemarin, Rabu/11/11/2015 pukul 11:00 wita, Kota Maumere Kabupaten Sikka dipadati oleh ribuan masyarakat berpakaian adat yang didominasi warna merah. Mereka adalah peserta dan panitia Festival Teluk Maumere dan Pagelaran Penenun Tenun Ikat Sikka. Ibu Wapres dan Presiden ke-5 Megawati Soekarno Putri yang menghadiri kegiatan ini tak memberi pesan atau kesan sekata pun hingga kembali ke penghunian mereka.





Share:

Si Merah Tumbangkan Si Orange 1:0

Merah Mengoce Orange

SUARA MATAHARI-Selasa, 10/11/2015 kemarin di lapangan Gelora Samador Kota Maumere Kabupaten Sikka NTT seakan berlangsung kampanye partai banteng dengan orator tunggal Megawati Soekarno Putri. Gelora Samador dipadati ribuan manusia berbaju merah.

Mereka bukan pendukung Jokowi atau juga pendukung Megawati. Mungkin saja iya, karena pemimpin utama mereka adalah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ende Partai Banteng. Bukan kampanye partai banteng tapi baru saja berlansung pertarungan mati hidup memperebutkan 1 tiket ke final. PSN Ngada harus menelan pil pahit ketika dikalahkan Perse Ende dengan skor 1:0. PSN Ngada merupakan runner up ETMC 2013 di Manggarai Barat. Mereka seakan tak berkutik hingga kalah melawan tuan rumah ETMC 2017 itu.   
Merahnya Gelora Samador

Para pendukung Perse benar-benar menguasai lapangan Gelora Samador. Buktinya warna merah lebih nampak jika dibandingkan warga orange yang merupakan warna kostum PSN Ngada. Admin pun menyaksikan banjirnya warna merah yang nyaris meluap menuju lalu lintas kota. Padahal Megawati Soekarno Putri baru akan tiba besok, Rabu/11/11/2015.

Dominasi warna merah ini bukan hanya di luar lapangan tetapi permainan dalam lapangan pun dikuasai para pemain berkostum merah. Serangan dari Ende seakan tak mampu dihadang kesebelasan dari Ngada. Gawang Ngada jebol dan menyumbang 1 gol untuk Perse.

Perse menang, Perse akan bertemu Persami memperebutkan juara I dan II. Pertarungan final adalah pertarungan Merah dan Hijau. Apakah merah akan menang alias menumbangkan warna hijau yang adalah warna kesayangan muhaimin Iskandar. Iya, lupakan warna politik itu dan berikan dukunganmu kepada tim jagoan sahabat semuanya. (Admin)
Share:

Persamba Menang Pinalti 2013, Kalah Pinalti 2015

Persamba vs Persemal


Share:

Pages

Generasi Muda

Generasi Muda

Bunda Segala Bangsa Nilo. Salah satu lokasi shooting film tiga dara

Bunda Segala Bangsa Nilo. Salah satu lokasi shooting film tiga dara

KRISTUS RAJA

KRISTUS RAJA